Batik dan Sate Jadi Primadona Festival Indonesia di Rusia

Laporan dari Moskow

Batik dan Sate Jadi Primadona Festival Indonesia di Rusia

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 20 Agu 2016 23:29 WIB
Batik dan Sate Jadi Primadona Festival Indonesia di Rusia
Foto: Elvan Dany Sutrisno/ detikcom
Moskow - Festival Indonesia di Moskow banjir ribuan pengunjung di hari pertama. Semua stand pengusaha Indonesia ramai pengunjung, yang paling jadi idola adalah batik dan sate. Kerajinan perak dan juga produk pangan dari Indonesia juga memikat pengunjung.

Festival Indonesia 2016 mengambil tema "Visit Wonderfull Indonesia: Bali and Beyond". Festival ini digelar di Hermitage Garden yang merupakan salah satu taman terbesar di Kota Moskow pada 20-21 Agustus 2016.

Festival ini digelar di taman terbuka dengan fokus panggung kesenian yang dikelilingi stand dari masing-masing peserta dari Indonesia yang terdiri dari instansi pemerintah pusat dan daerah, pihak swasta, serta peserta asing yang antara lain pengusaha Rusia di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan yang terkait dengan Indonesia.
Foto: Elvan/ detikcom

Pantauan detikcom, Sabtu (20/8/2016), semua stand ramai dipadati pengunjung. Beberapa stand yang memamerkan batik tak pernah sepi dari pembeli. Seperti salah satunya stand Madhava yang menjual batik tulis dari Yogyakarta yang tak pernah sepi pengunjung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Capek tapi seneng. Ini kan festival Indonesia pertama kali di Moskow dan ternyata minat pengunjung sangat bagus. Tadi pas poco-poco dan segala macam warga Rusia juga ikutan dan mereka antusias nanya-nanya tentang batik tidak hanya menanyakan model bajunya tapi juga motif batiknya dan prosesnya juga," kata Co Owner Madhava Batik, Dyah Supriyadi, kepada wartawan di arena festival Indonesia di Hermitage Garden Moskow, Sabtu (20/8/2016).

Pengunjung pun tak sekedar datang. Mereka juga membeli batik bahkan baru beberapa jam festival stok sudah mau habis.

"Jadi hari pertama ini kita kurang lebih mungkin 50 persen sudah terjual sampai saat ini. Harapannya ke depan acara ini lebih meriah dan lebih banyak pengusaha Indonesia yang ikut berpartisipasi," kata Dyah.
Foto: Elvan/ detikcom

Seorang Mahasiswi Kedokteran dari Universitas Negeri Bashkir di kota Ufa-Rusia, Sarah Edna Ramadhani yang ikut berpartisipasi dalam festival ini ikut terkejut melihat antusiasme warga Rusia dalam festival ini.

"Sangat ramai bahkan tidak terhandle, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kita sangat bangga bisa memperkenalkan batik kepada warga Moskow," katanya.

Warga Rusia ternyata sangat menyukai batik tulis ala Indonesia. Tak hanya dari modelnya tapi juga dari proses pembuatannya yang tidak menggunakan bahan kimia.

"Produk Indonesia original, handmade, natural, friendly environment, tapi sayangnya agak mahal," kata salah satu pengunjung, Nadhezda, sembari tersenyum.

Selain batik, kerajinan Indonesia dari bahan perak juga laris manis. Produk pangan berupa cokelat, kopi, teh dan lainnya juga laris manis di festival ini. Selain itu gerai pariwisata yang ditawarkan beberapa daerah seperti Kabupaten Malang, Bali, dan Aceh juga ramai pengunjung.

Nah selain batik, stand Dharma Wanita Persatuan KBRI Moskow yang menjual sate kambing dan ayam kebanjiran pengunjung. Ratusan pengunjung antre demi seporsi sate nan lezat.
Foto: Elvan/ detikcom

"Sate sangat enak. Tapi saya harus antre panjang sekali. Padahal tadi saya datang tidak sepanjang ini antreannya," kata Yury, mahasiswa yang tengah mengunjungi festival Indonesia ini sembari geleng-geleng kepala melihat antrean panjang mengular antre sate.

Selain menjual sate stand tersebut juga menjual aneka makanan khas Indonesia. Ada juga stand yang menjual nasi padang.

Sampai sore hari pengunjung terus berdatangan ke Hermitage Garden. Menjelang malam minggu memang biasanya salah satu taman terbesar di Kota Moskow ini ramai pengunjung.

(van/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads