Rapat itu digelar di salah satu ruangan di Hotel Inna Parapat, Kabupaten Simalungun, Sabtu (20/8/2016). Hotel ini berada di tepi Danau Toba. Presiden Jokowi tiba sekitar pukul 16.55 WIB di Hotel sebelum akhirnya masuk ke ruang rapat.
"Hampir dua tahun kita bicara masalah poros maritim dan sampai saat ini implentasinya ada yang sudah berjalan tapi banyak yang belum," kata Presiden Jokowi memulai sambutan rapat sekitar pukul 19.02 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengatakan Indonesia harus secara maksimal memanfaatkan posisi strategis di mana dua pertiga wilayahnya adalah lautan, salah satunya dengan pengembangan pelabuhan-pelabuhan.
"Kita juga harus beri prioritas pada infrastruktur, konektivitas antar pulau, konektivitas maritim dengan tol laut dan beberapa kali saya sampaikan berkaitan seaport, deep seaport,logistik, industri perkapalan dan pengolahan ikan," ujar Jokowi.
"Saya berharap pengolahan laut di sepanjang pantai terutama yang berbatasan dengan Selat Malaka, yaitu Batam, Sumut, bisa betul-betul bisa kita kembangkan menjadi pelabuhan kelas dunia," imbuhnya.
Terkait poros maritim juga, Jokowi mengingatkan soal pemanfaatan kekayaan laut untuk kesejahteraan rakyat. Hal ini menyangkut sektor perhubungan laut, industri perikanan, energi, wisata bahari, pariwisata dan jasa kelautan lain.
"Terakhir yang juga tidak kita abaikan penerapan diplomasi dan kekuatan maritim kita dalam rangka menghadapi ancaman di laut. Bukan hanya illegal fishing, tapi perusakan ekosistem laut. Dan laut sering digunakan penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, lalu lintas imigran gelap dan konflik perebutan sumber daya laut," pungkas Jokowi. (miq/Hbb)











































