Sambil terisak, anak korban, Taufik (38), mengaku terakhir bertemu ayahnya pada Jumat (19/8) dini hari. Saat banjir melanda kawasan Pondok Labu, Jumat malam, dia menyelamatkan diri. Dia mengira ayahnya juga menyelamatkan diri.
"Dia jual sayur di Pasar Jatinegara. Tadi pagi, saya mengira dia masih keliling-keliling," kata Taufik di Masjid Al Quba, RT 09/02 Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Sabtu (20/8/2016).
Taufik mengaku curiga setelah ayahnya tak bisa dihubungi. Dia kemudian meminta bantuan tetangga, Aceng (saksi yang menemukan jenazah). Aceng mencari korban.
Anak korban, Taufik (Foto: Andhika P/detikcom) |
"Aceng mencari-cari di lokasi yang kira-kira tempat biasa Ayah berada. Nah kok ada gerobak sayurnya, ada sepedanya, tapi nggak ada orangnya," kata Taufik.
Baru diketahui ternyata Dursen sudang tidak bernyawa di dekat reruntuhan tembok. "Nggak tahu mas," kata Taufik ketika ditanya soal aktivitas terakhir korban.
Jenazah divisum terlebih dulu. Selanjutnya, menurut rencana keluarga, jenazah akan dibawa ke Brebes untuk dimakamkan.
(trw/trw)












































Anak korban, Taufik (Foto: Andhika P/detikcom)