Kabar Gembira untuk Jemaah, Kini Ada Karpet di Muzdalifah

Laporan dari Arab Saudi

Kabar Gembira untuk Jemaah, Kini Ada Karpet di Muzdalifah

Rachmadin Ismail - detikNews
Sabtu, 20 Agu 2016 14:17 WIB
Kabar Gembira untuk Jemaah, Kini Ada Karpet di Muzdalifah
Foto: Rachmadin Ismail/detikcom
Makkah - Ada perbaikan dari sisi layanan untuk jemaah saat puncak haji nanti. Bila sebelumnya tak tersedia karpet saat mabit di Muzdalifah, kini pihak penyelenggara haji dari Arab Saudi atau Muassasah Asia Tenggara akan menyiapkannya.

"Di Muzdalifah, seluruh jemaah haji Indonesia sudah kita pasang karpet," kata Ketua Muassasah Asia Tenggara Muhammad Amin Indragiri saat menyampaikan sambutan pada rapat antara Muasasah Asia Tenggara dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Makkah, Jumat (19/8/2016) malam. Hadir dalam kesempatan ini, pengurus muasasah, maktab, dan jajaran PPIH Arab Saudi 1437H/2016M.
Penjelasan tentang karpet di Muzdalifah (Rachmadin Ismail/detikcom)

Selain itu, pihak Muassasah juga memastikan para jemaah Indonesia akan diberi water fan selama wukuf di Arafah. Jumlahnya lebih dari 1.000 unit. Hal ini untuk menjaga kondisi para jemaah agar tetap 'dingin' selama musim haji yang panas di suhu 40-45 derajat celcius.

Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan, perbaikan-perbaikan ini menjadi kabar gembira bagi jemaah haji. Karpet bisa dijadikan tempat istirahat dan membuat para jemaah lebih khusyuk ibadahnya. "Dalam kondisi lelah setelah di Arafah, kalau ada karpet di Muzdalifah, mereka bisa duduk. Jika bisa tidur dan istrirahat, saya kira juga bagus buat jamaah haji," kata Arsyad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabar gembira lainnya, Pemerintah Arab Saudi mngizinkan PPIH Arab Saudi untuk mendirikan kantor pelayanan di Arafah dan Mina. Menurut Arsyad, pihak muasasash telah mengkomunikasikan hal ini kepada Pemerintah Saudi.

"Ini merupakan kabar baik karena info sebelumnya kantor layanan akan ditiadakan. Kalau ditiadakan, berarti kita tidak ada tempat, baik di Arafah maupun Mina; dan ini menyulitkan kita saat akan memberikan pelayanan kepada mereka," imbuhnya.
Penjelasan tentang karpet di Muzdalifah (Rachmadin Ismail/detikcom)

Kesempatan bertemu Muasasah juga dimanfaatkan PPIH untuk kembali mengusulkan agar jamaah haji Indonesia tidak ada lagi yang ditempatkan di Mina Jadid. Namun demikian, usulan ini belum bisa dipenuhi. Menurut Arsyad, Amin Indragiri beralasan bahwa setiap negara mempunyai prosentasi penempatan jemaahnya di Mina Jadid. Oleh karenanya, masih ada sekian maktab jemaah haji Indonesia yang akan ditempatkan di Mina Jadid.

Terkait hal ini, lanjut Arsyad, Ketua Muassasah meminta agar para pembimbing ibadah bisa memberikan pengertian kepada jemaah haji Indonesia bahwa Mina Jadid bagian dari Mina. "Banyak fatwa terkait itu yang dinyatakan oleh ulama besar Arab Saudi dan ini penting untuk disampaikan ke jamaah haji," terang Arsyad. (mad/jor)


Berita Terkait