Jokowi: Moratorium Daerah Otonom Baru Akan Dibuka dengan Seleksi Ketat

Jokowi: Moratorium Daerah Otonom Baru Akan Dibuka dengan Seleksi Ketat

M Iqbal - detikNews
Jumat, 19 Agu 2016 18:47 WIB
Jokowi: Moratorium Daerah Otonom Baru Akan Dibuka dengan Seleksi Ketat
Presiden Jokowi di Nias (Foto: Iqbal/detikcom)
Kota Gunungsitoli - Selain permintaan pembangunan jalan, universitas, hingga penambahan runway bandara di Nias, Bupati Nias Sökhiatuto Laoly juga berharap agar Kepulauan Nias menjadi provinsi baru, terpisah dari Sumatera Utara.

Permintaan itu memang disadari oleh Bupati menyusul adanya moratorium pembentukan daerah otonom baru, namun dia sangat berharap Jokowi merestui untuk Provinsi Kepulauan Nias. Apa respons Jokowi?

"Saya sampaikan pembentukan provinsi, hampir semua daerah tiap saya ke daerah yang diminta seperti itu. Masyarakat harus tahu sekarang masih moratorium, belum dibuka," ucap Presiden Jokowi di pendopo Kabupaten Nias, Gunungsitoli, Sumut, Jumat (19/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: Di Depan Jokowi, Bupati Nias Minta Dibangun Universitas Hingga Jalan

Jokowi menuturkan, pemerintah akan membuka moratorium itu namun dengan seleksi yang sangat ketat. Artinya tidak hanya terpenuhinya persyaratan sebagai daerah otonom baru, tapi juga ada kepastiaan pembangunan di daerah itu.

"Saya akan berusaha untuk membuat seleksi ketat, akan kita hitung benar akan kita kalkuasi betul bahwa setiap rencana untuk otonomi baru baik kabupaten, kota, provinsi, harus kalkukasinya matang. Hitungannya juga hitungan yang detail dan matang," papar Jokowi.

Menurut Jokowi, jangan sampai penambahan provinsi baru malah memberikan beban bagi pemerintah, tapi harus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau saya pasti konkret-konkret. Kalau hanya desakan politik maaf, saya tidak bisa didesak-desak. Tapi kalau hitungannya matang, ekonomi positif untuk kesejahteraan masyarakat, kenapa tidak. Semua harus dihitung," tegas Jokowi.

(bal/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads