Pertemuan ini difasilitasi oleh perusahaan pelayaran PT Rusianto Bersaudara, pemilik kapal motor TB Charles yang dibajak Abu Sayyaf, di mana ketiga ABK asal Sulawesi Selatan tersebut bekerja, yakni Sofyan asal Kab. Takalar, Ismail Tiro asal Kab. Maros dan Mamat Mabrur asal Kota Parepare.
Seperti diketahui Sofyan dan Ismail berhasil menyelamatkan diri setelah melompat dari kapal dan kini sudah diamankan oleh kepolisian Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat bersyukur mendengar kabar suami saya bisa selamat, sampai hari ini belum dapat berkomunikasi, bayi saya juga kurang sehat mungkin segera ingin bertemu ayahnya," ujar Sri.
Foto: M Nur Abddurahman/detikcom |
Sementara menurut Kasubbid Pengawasan dan Kekonsuleran Kementerian Luar Negeri Indonesia, Krisna Jaelani usai melakukan pertemuan tertutu selama sejam dengan keluarga korban penyanderaan menyatakan Kemenlu terus berupaya melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan para sandera, yang kini masih tersisa 8 orang dari tiga kali penyanderaan yang dilakukan Abu Sayyaf.
"Dua WNI asal Sulsel yang sebelumnya melarikan diri dan selamat, saat ini masih ditampung dan dalam keadaan sehat, segera akan dipertemukan dengan keluarganya, setiap ada informasi terbaru kami sampaikan ke keluarganya," ujar Krisna. (mna/trw)












































Foto: M Nur Abddurahman/detikcom