UE Kecam Keras Eskalasi Kekerasan di Aleppo

Laporan dari Brussel

UE Kecam Keras Eskalasi Kekerasan di Aleppo

Eddi Santosa - detikNews
Jumat, 19 Agu 2016 13:57 WIB
UE Kecam Keras Eskalasi Kekerasan di Aleppo
Foto: Ilustrator Zaki Alfarabi
Den Haag - Uni Eropa (UE) mengecam keras eskalasi kekerasan di Aleppo, Suriah. Pengepungan dan pemboman terus-menerus dinilai menghambat upaya masyarakat internasional untuk memberi bantuan kemanusiaan dan solusi politik.

"Mengingat bahwa pemerintah Suriah memiliki tanggung jawab utama untuk melindungi rakyatnya, UE mengecam keras semua serangan oleh rezim Suriah terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil serta serangan-serangan yang berlebihan dan tidak proporsional," demikian UE dalam rilis yang diterima detikcom Den Haag, Jumat (19/8/2016).

UE yakin bahwa Suriah yang dipimpin transisi politik, sebagaimana didukung oleh International Syria Support Group (ISSG), yang disahkan secara aklamasi oleh DK PBB dan disepakati dalam pembicaraan-pembicaraan yang diselenggarakan PBB, adalah satu-satunya cara menempatkan dan mengakhiri konflik lebih dari lima tahun di Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UE akan terus melakukan segala hal dalam kekuasaannya untuk memastikan pelaksanaan penuh dari Komunike Jenewa dan Resolusi DK PBB terkait. Tidak ada satu solusi militer pun dalam perang dan eskalasi kekerasan berkelanjutan telah dengan serius membahayakan keberhasilan proses ini.

UE mendukung kepemimpinan bersama ISSG dan Utusan Khusus PBB dalam upaya menciptakan kondisi untuk memulai kembali pembicaraan intra-Suriah di Jenewa sesegera mungkin. UE siap sepenuhnya dan aktif membantu perundingan ini bekerjasama erat dengan Staffan de Mistura dan dua kepemimpinan bersama ISSG.

Bocah dalam ambulans (Foto: Aljazeera)

Oleh karena itu, UE dan negara-negara anggotanya menyeru agar:

Segera menghentikan pertempuran di Aleppo untuk memungkinkan evakuasi medis, pengiriman bantuan dan perbaikan infrastruktur air dan listrik. Operasi kemanusiaan di Aleppo harus melayani tujuan kemanusiaan dan sepenuhnya mematuhi prinsip-prinsip dan standar kemanusiaan internasional. Operasi kemanusiaan ini tidak boleh menjadi bagian dari strategi militer apa pun.

Semua pihak dalam konflik agar memulihkan penghentian pertikaian, memastikan pencabutan semua pengepungan dan memungkinkan akses kemanusiaan nasional berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan.

Semua pelaku internasional agar mematuhi komitmen dari pertemuan ISSG pada 17 Mei 2016.

Tidak akan ada perdamaian di Suriah tanpa transisi politik sejati yang inklusif dan mewakili semua warga Suriah. Sekali transisi ini dimulai, UE dan negara-negara anggotanya akan berada dalam posisi memberi bantuan langsung untuk pembangunan kembali Suriah dan juga membantu kembalinya para pengungsi ke masyarakat mereka. (es/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads