Menengok Persiapan Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah

Laporan dari Arab Saudi

Menengok Persiapan Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah

Rachmadin Ismail - detikNews
Jumat, 19 Agu 2016 12:17 WIB
Menengok Persiapan Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah
Foto: Rachmadin Ismail/detikcom
Makkah - Indonesia memiliki fasilitas klinik kesehatan bagi jemaah haji di Makkah. Begini persiapan KKIH menyambut jemaah haji yang mulai berdatangan dari Madinah dan Jeddah.

dr Melzan, sebagai kepala seksi Kesehatan Daker Makkah mengatakan, sudah siap 100 persen untuk memberikan pelayanan kepada jemaah. Pihaknya sudah mengadakan dua gladi dan simulasi penanganan jemaah sakit dalam berbagai kondisi.
Posisi dari kiri ke kanan dr isa m noor (humas kkhi) Dr umar said (kepala sub seksi kkhi) Dr melzan (kepala seksi kesehatan daker makkah) Dr ika nurfarida (penanggung jawab medis). (Foto: Rachmadin/detikcom)


"Sudah siap 100 persen," kata Melzan kepada wartawan yang menemuinya di kantor KKHI Makkah, Kamis (18/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, KKHI Daker Makkah diperkuat dengan 99 tenaga kesehatan dan 52 orang Tenaga Pendukung Kesehatan (TPK). Sedangkan di sektor terdapat 53 tenaga kesehatan dan 27 TPK. Dengan demikian total ada 241 orang tenaga kesehatan di Makkah.
Fasilitas klinik kesehatan sudah siap 100 persen. (Foto: Rachmadin/detikcom)


Tenaga dokter yang membantu KKHI terdiri dari 18 dokter spesialis, antara lain: penyakit dalam, paru, saraf, jiwa, bedah, anestesi, jantung. Selain itu, terdapat 29 dokter umum, 1 dokter gigi, 18 tenaga sanitasi surveilans, 13 apoteker, 72 perawat, 2 tenaga gizi, 1 rekam medik, 2 petugas laboratorium, 1 elektro medik, 1 petugas rontgen, serta 2 tenaga Siskohatkes dan 2 tenaga administrasi.

Terkait fasilitas, ada sejumlah fasilitas rawat jalan dan rawat inap. Untuk rawat jalan, KKHI dilengkapi ruang emergency, serta ruang observasi dan tindakan. Semua terpisah untuk pria dan wanita.
Total ada 241 orang tenaga kesehatan di Makkah dengan fasilitas kesehatan yang lengkap. (Foto: Rachmadin/detikcom)


Sedang untuk rawat inap terdapat ruang rapat inap laki-laki, perempuan, dan penderita masalah emosi dan perilaku. "Saat ini ada 144 bed plus 13 cadangan sehingga totalnya 157 bed, untuk laki-laki dan perempuan," ujarnya.

Khusus untuk ruang rawat emosi dan perilaku, terdapat juga ruang isolasi khusus. Berkaca pada pengalaman tahun lalu, ada sejumlah kasus jemaah mengalami gangguan emosi dan perilaku saat berada di Makkah dan ditimbulkan karena berbagai faktor.

Sebagai bagian persiapan, tim KKHI juga telah menyiapkan Standard Operasional Prosedur (SOP) sesuai standar layanan internasional sebagaimana diatur dalam ketentuan Arab Saudi, bahwa pelayanannya harus sesuai standar internasional.
Pelayanan kesehatan jemaah haji harus berstandar internasional. (Foto: Rachmadin/detikcom)


"KKHI juga telah membentuk tim visitasi dan tim gerak cepat untuk melakukan pelayanan sampai ke kloter. Kita di KKHI tidak hanya menunggu jemaah sakit datang ke sini, tapi kita akan turun ke bawah menjaring sampai ke sektor," terang Melzan.

KKHI juga didukung Tim Promotif Preventif (TPP). Mereka bergerak ke kloter dan sektor untuk melakukan tindakan promotif dan preventif. Visitasi dilakukan agar rujukan yang dikeluarkan kloter atau sektor tidak terlambat jika memerlukan tindakan spesialistis. "Kita yang melakukan visitasi ke kloter-kloter yang dianggap bermasalah," ungkapnya.



Tim gerak cepat dan promotif preventif adalah inisiatif tim kesehatan tahun ini untuk memberi layanan terbaik pada jemaah. Berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu, tim ini dibutuhkan agar para jemaah bisa terdeteksi sejak dini keluhan medisnya.

Senada dengan Melzan, Kasubsie KKHI Umar Said mengatakan, untuk memberikan layanan terbaik, tim Medis KKHI Makkah sudah melakukan orientasi ke KKHI Madinah. Orientasi ini dimaksudkan untuk melihat progress pasien di sana yang teryata mengalami lonjakan.

Data sampai Kamis (18/8), sudah ada 10.138 jemaah yang menjalani rawat jalan, baik di kloter, sektor, maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Sebagian besar membawa penyakit bawaan dari tanah air seperti diabetes dan jantung.

Untuk mengantisipasi hal ini, lanjut Umar, KKHI Makkah melakukan sejumlah langkah persiapan mulai dari Penguatan SDM, baik dokter spesialis, perawat, maupun TPK, sampai peningkatan kapasitas tempat tidur, termasuk sarana kesehatan dan obat-obatan. (mad/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini