Ribuan Karateka Ikuti Kejurnas Karate Piala Panglima TNI

Ribuan Karateka Ikuti Kejurnas Karate Piala Panglima TNI

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 19 Agu 2016 10:30 WIB
Ribuan Karateka Ikuti Kejurnas Karate Piala Panglima TNI
Foto: Ribuan karateka ikuti Kejurnas/ Jabbar Ramdhani/detikcom
Jakarta - Sebanyak 1.160 karateka mengikuti Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI IV. Acara ini dibuka langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam sambutannya, Gatot menyampaikan bahwa karate, mengandung banyak nilai. Hal ini juga berkorelasi langsung dengan kehidupan yang mensyaratkan adanya daya saing.

"Kita memahami olahraga, khususnya olahraga prestasi mengandung nilai perjuangan, kehormatan, disiplin, tanggung jawab, kerja sama dan sportifitas terkandung di dalamnya," ujar Gatot di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panglima TNI Buka Kejurnas/ Jabbar


Mengutip perkataan Presiden Jokowi, Gatot berkata bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, di dalam kehidupan global penuh kompetisi. Sehingga nilai karate juga dapat menghasilkan pribadi yang kuat.

"Saya berharap karate jadi salah satu cabang olahraga dalam hal disiplin, daya juang dan militansi. Nilai solidas, solidaritas dan kebanggaan anak bangsa diharap muncul dari pribadi," kata Gatot.

Acara ini mengangkat tema "Untuk Prestasi Emas Dunia". Ia kemudian menekankan pentingnya sportifitas karena merupakan kemurnian dalam meraih prestasi.

Gatot mengatakan bahwa karate akan menjadi salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade 2020 yang akan digelar di Jepang. Maka sportifitas dari karateka dan wasit penting untuk dimunculkan dari sekarang untuk dapat menghasilkan atlet yang mumpuni.

"Kepada para atlet, saya tekankan untuk menjunjung sportifitas. Apabila dewan juri telah masuk ke lapangan, tangguhkan egomu. Wasit dan karateka adalah ksatria. Tapi wasit lebih ksatria daripada atletnya," imbau Gatot.

"Wasit juga ajang seleksi untuk PON. Di setiap arena dilengkapi panel. Bagi wasit yang terindikasi tidak jujur, berpihak akan langsung didiskualifikasi. Hal ini adalah keputusan langsung ketua Forki sehingga tidak dapat diganggu gugat," tambahnya.

Gatot yang juga Ketua Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) yakin bahwa Indonesia mempunyai kesempatan dapat medali emas dengan bekerja keras. Dan kepada para atlet ia minta ajang ini dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan dan latihan untuk menghadapi ajang lainnya.

Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ini diikuti oleh 1.160 karateka. Jumlah ini terdiri dari kontingen TNI yang berjumlah 94 atlet dan diikuti peserta umum dari 25 Perguruan Forki dan 33 pengprov Forki.

Kategori TNI mempertandingkan Kata dan Kumite perorangan dan beregu kelas sior putra dan putri. Mereka memperebutkan piala bergilir Panglima TNI, Piala Tetap dan Piala best of the best.

Sementara kategori Umum yaitu kelas Cadet Putera dan Puteri (usia 14-15 tahun), Kelas Junior Putera dan Puteri (umur 16-17 tahun) dan kelas Under-21 perorangan putera dan puteri. Mereka memperebutkan piala bergilir Panglima TNi dan tiket pelatnas untuk mewakili Indonesia di Kejuaraan Asia Karate Federation (AKF) Championships pada November 2016 di Makassar, Sulawesi Selatan. (rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads