Paskibraka KBRI Canberra, Tiga Bulan Ditempa Saat Musim Dingin

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 19 Agu 2016 05:52 WIB
Foto: Dok. KBRI Canberra
Canberra - Upacara bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI selalu identik dengan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang berperan penting untuk mengibarkan bendera Merah Putih. Tak heran, agar terpilih menjadi anggota Paskibra, diperlukan seleksi ketat dan rangkaian latihan yang berat dan melelahkan.

Hal ini juga berlaku bagi anggota Tim Paskibra Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra. Antusiasme pelajar Indonesia di Ibu Kota Australia ini untuk bergabung menjadi anggota Paskibra sangat tinggi. Akhirnya terpilih 17 orang yang terdiri dari pelajar kelas 9 hingga 11 berbagai SMA dan College di Canberra, seperti Lyneham High School, Alfred Deakin High School, Melba Copland High School, Dickson College dan Canberra College.
Dok. KBRI Canberra

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caberra, dalam keterangan persnya kepada detikocm, Kamis (18/8/2016) menjelaskan, butuh waktu tiga bulan untuk mempersiapkan anggota Paskibra agar siap tampil optimal saat upacara bendera tanggal 17 Agustus 2016. Praktis, sejak terpilih bulan Juni 2016 lalu, 17 anggota Paskibraka tersebut harus rutin berlatih, meskipun sedang berpuasa.

Tantangan yang tidak ringan mengingat bulan Juni, Juli dan Agustus, suhu udara musim dingin di Canberra rata-rata mencapai 2 hingga 5 derajat. Hebatnya, berbagai tantangan seolah tak berarti bagi mereka. Kebanggaan terpilih sebagai anggota dan kesempatan mengibarkan bendera Merah Putih mengalahkan segalanya.

Setiap minggunya, rata-rata 4 jam porsi latihan mereka lalui. Bahkan memasuki bulan Agustus, jadwal latihan ditambah dua kali seminggu.

Beberapa hari menjelang hari-H, khususnya ketika proses gladi, kekuatan pribadi anggota Paskibraka telah terbentuk. Mereka telah menjadi sosok yang disiplin, percaya diri dan sangat bangga menjadi generasi muda Indonesia.

Puncaknya, tanggal 16 Agustus ketika dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka KBRI Canberra oleh Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema yang disaksikan jajaran staf KBRI Canberra, Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Canberra (Nino Riphat), siswa TNI dan orang tua mereka.

Prosesi pengukuhan yang diisi dengan upacara khidmat, pembangkitan motivasi sebagai anak bangsa dan ditutup dengan upacara penciuman bendera Merah Putih. Sungguh menimbulkan rasa haru dan menambah tekad yang kuat di antara mereka.
Dok. KBRI Canberra

Yang mendukung keberhasilan Paskibra KBRI Canberra adalah penggemblengan dari Perwira TNI yang sedang menuntut ilmu di Canberra, dikomandoi oleh Brigjen TNI (Mar) Widad Prasojo Aji yang juga merupakan Atase Pertahanan KBRI Canberra.

Para Perwira tersebut, yakni Letkol (Arh) I W Jatmiko, Letkol (Pnb) Andreas Dhewo, Mayor (Arm) Tri Arto Subagjo, Mayor (Pnb) Dharma Gultom, dan Mayor Laut (P) Ludfy, secara telaten dan rutin, melatih menempa dan sekaligus menanamkan semangat kekompakan serta kebangsaan kepada anggota Paskibraka.

Hasilnya, saat tampil di hadapan sekitar 400 peserta upacara detik-detik Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 2016, anggota Paskibra KBRI Canberra tampil prima. Formasi barisan saat berjalan, waktu buka dan tutup barisan, hingga pengibaran bendera, yang mereka tunjukkan, mengundang decak kagum peserta Upacara.

Seorang fotografer harian ternama Australia, yakni The Australian yang secara khusus datang dan meliput Upacara tersebut menyebut bahwa Paskibra merupakan pusat perhatian (centerpiece) peserta Upacara.

Komentar menarik lainnya disampaikan oleh Brendan Nicholson, Defence Editor The Australian yang juga hadir saat Upacara tersebut. Awalnya wartawan senior tersebut mengira bahwa Tim Paskibra KBRI Canberra adalah kadet TNI mengingat apiknya penampilan mereka. Namun, setelah mengamati dari dekat, ternyata dirinya tersadar bahwa wajah mereka adalah wajah-wajah pelajar SMA.

Karinda, siswi kelas 11 yang baru pertama kalinya menjadi anggota paskibra mengakui dirinya sangat bangga terpilih menjadi salah satu anggota Paskibra KBRI Canberra. Hal yang sama juga disampaikan oleh Tasya, siswa kelas 10 yang merasa bangga dan senang karena pelatih melatih dengan sangat serius, dan pada saat upacara semua peserta sangat khidmat memperhatikan Tim Paskibraka.

(jor/fiq)