Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang ditemui wartawan di dua tempat berbeda yakni kompleks MPR dan kantor DPP PDIP tak membantah klaim Ahok tersebut. Bahkan, kata Hasto, PDIP memprioritaskan Ahok sebagai bakal cagub DKI.
Ahok diprioritaskan meski sebenarnya dia tak mendaftarkan dalam proses penjaringan yang digelar DPD PDIP DKI. Alasannya pada 2012 lalu, PDIP pernah mendukung Ahok di Pilgub DKI. Ditambah selama ini pasangan Ahok dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang juga kader PDIP sudah sangat kompak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan demikian sebagai gubernur dan wakil gubernur, Pak Ahok dan Pak Djarot mendapatkan dukungan PDIP berdasarkan peraturan partai memang secara otomatis, partai melakukan evaluasi dan pemetaan politik," tegas Hasto.
Lebih lanjut Hasto mengatakan, dari hasil survei internal didapat kecenderungan bahwa petahana memiliki keunggulan-keunggulan staregis. Sehingga wajar jika Ahok sebagai petahana mendapatkan elektabilitas yang tinggi dibanding kandidat penantang.
"PDIP memang mengadakan survei dan di dalam kecenderungan survei memang incumbent memiliki keunggulan-keunggulan strategis, sehingga wajar kalau incumbent itu mendapatkan elektabilitas yang tinggi dibandingkn (calon) yang lain. Lebih-lebih ini belum ada calon penantang yang secara resmi dideklarasikan oleh partai yang memiliki dukungan kursi yang cukup untuk dapat mencalonkan," papar Hasto.
Namun Hasto menegaskan bahwa hingga saat ini, DPP PDIP belum mengambil keputusan tentang nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. "(Penetapan) masih menunggu proses lebih lanjut dan DPP PDIP terus mencermati keseluruhan dinamika politik yang terjadi di DKI," kata dia. (erd/tor)











































