Cerita Korban TKI Ilegal Asal NTT, Dikurung di Hotel dan Diimingi Gaji Besar

Idham Kholid - detikNews
Kamis, 18 Agu 2016 14:59 WIB
Foto: Idham Khalid
Jakarta - Bareskrim Polri berhasil menyelamatkan 30 korban tindak pidana perdagangan orang yang akan dikirim ke luar negeri. Sebagian besar korban berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu korban asal Nusa Tenggara Timur, inisial A, mengaku tidak mengetahui bahwa pengiriman TKI yang mengajaknya adalah ilegal.

"NggaK tahu (ilegal), cuma anehnya nggak ada pabriknya, nggaK ada PTnya," kata A di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2016).

A menuturkan, dia awalnya diajak dan ditawarkan oleh tersangka untuk bekerja di luar negeri, yaitu Malaysia. Alasan ekonomi menjadi faktor A mau menerima ajakan itu.

"Ya diiming-imingi gaji besar, jadi kita mau. karena kalau kerja di sana paling di toko, di bayar 600 500 ringgit," ujar A.

Setelah itu, A dan teman-temannya kemudian ditempatkan di sebuah hotel. Meski sudah merasa ada keanehan, tapi mereka enggak bisa keluar.

"Kita engga bisa keluar. Di dalam hotel kita langsung dikunci," ujarnya.

A menuturkan, mereka sekitar seminggu berada di hotel hingga akhirnya diberangkatkan dengan kapal laut.

"Kita sampai di dalam kapal mau nyeberang baru ditangkap sama bapak polisi ini. Tapi kita sudah pegang paspor," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andriyanto mengatakan, ada 16 korban dari NTT. Selebihnya berasal dari Riau, Medan, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"(para korban) Mau di kirim ke Malaysia. Pemberangkatan sesuai dengan wilayah provinsi, jadi mana yang dianggap mudah oleh tersangka," urainya.

Total ada 14 tersangka yang telah ditahan Bareskrim terkait kasus TPPO di lima wilayah di Indonesia ini. (dra/dra)