Komnas HAM dan BNPT Tandatangani MoU Penanggulangan Terorisme

Komnas HAM dan BNPT Tandatangani MoU Penanggulangan Terorisme

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Kamis, 18 Agu 2016 13:10 WIB
Komnas HAM dan BNPT Tandatangani MoU Penanggulangan Terorisme
Foto: Komnas HAM dan BNPT menandatangani MoU penanggulangan terorisme (Aditya Fajar/detikcom)
Bogor - Ketua Komnas HAM M Imdadun Rahmat mendatangi Kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menandatangani nota kesepakatan (MoU) tentang penegakan Hak Asasi Manusia melalui program penanggulangan terorisme.

Imdadun tiba di kantor BNPT di Komplek IPSC, Jl Anyar, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/8/2016), dirinya didampingi Sekjen Komnas HAM Nor Kholis dan beberapa komisioner lainnya. Imdadun bertemu dengan kepala BNPT Suhardi Alius dan menandatangani MoU kerja sama HAM dalam bidang pencegahan dan penindakan terorisme.

"BNPT bekerja khusus dalam bidang pencegahan. Koordinasi dengan Komnas HAM dalam bidang terorisme ini akan semakin ditingkatkan akses preventif dalam mereduksi benih-benih radikalisme, sehingga menjadi balance," ucap Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius usai penandatanganan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto: Komnas HAM dan BNPT menandatangani MoU penanggulangan terorisme (Aditya Fajar/detikcom)

Suhardi berharap dengan terjalinnya sinergitas ini tugas dan fungsi dalam BNPT untuk melakukan pencegahan dapat terlaksana dengan baik.

"Sesuai keinginan presiden agar tidak ada tempat teroris di Indonesia. Sehingga melalalui soft approach dan hard approach bisa berjalan, di lapangan Komnas HAM bisa memberikan guidance yang baik bagaimana penanganan baik kepada petugas dalam upaya pencegahan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Imdadun berharap, dengan adanya satu kesepakatan ini dapat memberikan pemahaman positif dalam penanggulangan terorisme tanpa melenceng dari ranah HAM.

"Kita tahu, penindakan dan pencegahan teroris ini banyak bersinggungan dengan ranahnya HAM, makanya dengan adanya satu kesepakatan ini fokus bersama dalam melakukan pencegahan akan menjadi satu koridor dengan HAM dan saling mengisi," tambah Imdadun. (adf/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads