Psikiater: Jessica Wongso Bermasalah Akhir 2015

Sidang Kasus Pembunuhan Mirna

Psikiater: Jessica Wongso Bermasalah Akhir 2015

Rina Atriana - detikNews
Kamis, 18 Agu 2016 11:38 WIB
Psikiater: Jessica Wongso Bermasalah Akhir 2015
Jessica (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Saksi ahli psikiater forensik dari RSCM, Natalia Widiasih Raharjanti menyebutkan kondisi Jessica Wongso bermasalah pada akhir 2015. Padahal kondisi sebelumnya, Jessica baik-baik saja.

"Jessica baik-baik saja pada 2007-2008. Masalah terjadi pada akhir 2015 dari November-Desember. (Jessica) sedang banyak masalah, banyak tekanan," ujar Natalia dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Kamis (18/8/2016).

Jessica memiliki masalah dengan pacarnya, Patrick. Bahkan Jessica melakukan tindakan agresifitas impulsif akibat bermasalah dengan pacarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Natalia, sebelum bermasalah dengan pacarnya, hubungannya dengan teman-temannya baik. Bahkan Jessica sangat nyaman pada teman yang memberikan dia saran.

"Ada rekan kerja yang membuat Jessica nyaman seperti Selly Conan," ucap Natalia.

Dalam dakwaan disebutkan Jaksa penuntut umum menyatakan Jessica membunuh Mirna karena Mirna pernah menegur Jessica agar putus dari pacarnya.

"Sekitar pertengahan 2015, Mirna mengetahui permasalahan dalam hubungan percintaan antara terdakwa dengan pacarnya sehingga Mirna menasihati terdakwa agar putus saja dengan pacarnya yang suka kasar dan pemakai narkoba, dengan menyatakan buat apa pacaran dengan orang yang tidak baik dan tidak modal," kata jaksa Ardito Muwardi saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (15/6/2016).

"Ucapan Mirna tersebut ternyata membuat terdakwa marah dan sakit hati sehingga terdakwa memutuskan komunikasi dengan Mirna," jelasnya.

Di masa selanjutnya, Jessica kemudian putus dengan pacarnya dan mengalami beberapa peristiwa yang membuatnya harus berurusan dengan pihak Kepolisian Australia. Hal tersebut membuat Jessica semakin merasa sakit hati dengan Mirna.

"Membuat terdakwa semakin tersinggung dan sakit hati kepada Mirna, sehingga untuk membalas sakit hatinya tersebut, terdakwa merencanakan untuk menghilangkan nyawa Mirna," ujar jaksa Ardito.

Baca juga: Jessica Sakit Hati Karena Dinasihati Mirna Agar Putus dari Pacarnya (nwy/trw)


Berita Terkait