Jika mereka bertiga maju Pilgub, lalu siapa yang akan memimpin Pemprov DKI?
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, jika gubernur, wakil gubernur dan Sekda maju Pilgub, dia akan menunjuk seorang Pelaksana tugas. Plt gubernur akan diambil dari pejebat eselon I di Pemprov DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tjahjo, pada tahun 2015 lalu ada Gubernur Sulawesi Tengah yang belum habis masa jabatannya saat kampanye. Pada saat yang sama Sekda setempat sudah habis masa jabatan.
"Saya menunjuk pejabat eselon I Kemendagri jadi plt Gubernur sampai terpilihnya, dilantiknya Gubernur Terpilih. Seperti Kepri, Jambi, Bengkulu, Sumbar, Kalteng, Sulut. UU yang baru saat petahana mendaftar sebagai calon gubernur, maka ditunjuk Plt," papar Tjahjo.
Indikasi bahwa Ahok, Djarot dan Saefullah maju Pilgub DKI muncul pada Rabu kemarin. Adalah Ahok yang memberikan sinyal tersebut.
Ahok mengaku sudah mendapat restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI. Djarot adalah salah satu Ketua DPP PDIP yang saat ini juga menjabat wakil gubernur.
Jika Ahok berpasangan dengan Djarot, maka posisi gubernur dan wakil gubernur DKI kosong. Sesuai aturan maka Sekda DKI Saefullah yang semestinya menjadi Plt Gubernur DKI.
Namun ada sinyal bahwa Saefullah juga akan maju Pilgub DKI 2017. Dia akan berpasangan sebagai bakal calon gubernur dari cagub DKI dari Gerindra Sandiaga Uno.
Sehingga Ahok, Djarot dan Saefullah akan sama-sama maju Pilgub DKI 2017. (bag/erd)










































