Remaja berusia 16 tahun ini mulai menjadi sorotan publik ketika dia tidak bisa mengikuti pengukuhan Paskibraka di Istana Merdeka meski sudah mengikuti latihan bersama rekan-rekannya di Cibubur. Satu hal yang menjadi permasalahan bagi Gloria yaitu kewarganegaraannya.
Gloria tidak bisa dikukuhkan menjadi Paskibraka karena dia memiliki paspor Prancis. Dara asal Depok ini memang memiliki ayah WN Prancis dan ibu WNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gloria tidak patah semangat. Dia lalu menyaksikan kiprah rekan-rekannya sebagai Paskibraka lewat TV di Wisma Negara. Namun, siapa yang menyangka kejutan justru datang untuknya ketika Presiden Joko Widodo memanggil Gloria.
Dia bisa makan siang bersama Presiden, Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta tamu penting lainnya. Kabar bahagia lainnya datang, Presiden dan Wapres mengizinkan Gloria ikut menurunkan bendera merah putih.
Air mata Gloria pun berubah jadi senyum. Begini kisah remaja berdarah Sunda tersebut seperti dirangkum detikcom:
Gloria Tak Dikukuhkan Jadi Paskibraka
|
Foto: Bertanius Dony/detikcom
|
Satu orang yang berkurang adalah Gloria Natapradja Hamel. Kepala Garnisun Tetap I Jakarta, Brigjen TNI Yosua Pandit Sembiring beralasan Gloria memiliki paspor Prancis.
"Jadikan begini yah. dalam UU tahun 2006 itu jelas dikatakan kehilangan warga negara seseorg itu apabila dia mempunyai paspor. Nah ini si Gloria ini sudah punya paspor dia. demikian. Jadi kita harus taat yah. Sebagai warga negara yang baik kita harus taat dengan UU, demikian," jelas Yosua, Senin (15/8/2016). Garnisun Jakarta yang melatih para Paskibraka ini.
Di saat teman-temannya ke Istana, Gloria pun tinggal sendirian di Cibubur. Menpora Imam Nahrawi kemudian menemuinya untuk menghibur. Tangisnya pun sempat pecah karena sebenarnya Gloria masih menyimpan semangat untuk jadi Paskibraka.
"Saya mungkin gagal mengibarkan sang saka, tapi saya belajar banyak dari pelatihan. Tuhan punya cara lain untuk menjadikan saya sukses," jelas Gloria di sela bertemu Menpora.
Menkum HAM Tegaskan Gloria Tak Bisa Jadi Paskibraka
|
Foto: Ahmad Ziaul Fitrahudin/detikcom
|
Yasonna menjelaskan, Gloria sebenarnya berhak memperoleh dwi kewarganegaraan, namun dia lahir sebelum UU Kewarganegaraan tahun 2006. Oleh sebab itu, orangtua Gloria seharusnya mendaftarkan maksimal 4 tahun setelah kelahiran.
"Itu dilewati sehingga dia kehilangan kesempatan memperoleh dwi kewarganegaraan. Jadi sudah jelas dia WN Prancis," ujar Yasonna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/8/2016).
Pintu untuk Gloria menjadi paskibraka tertutup. Itu karena aturan dari Kemenpora bahwa Paskibraka harus WNI.
"Menurut keputusan Menpora, yang ikut Paskibraka haruslah WNI," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Menpora Imam Nahrawi. Gloria diundang dalam upacara HUT RI, namun tidak berada di barisan Paskibraka.
"Maksudnya tidak ada kesempatan itu, Gloria tidak ikut berbaris. Kalau hadir tetap hadir (di istana)," kata Imam.
Gloria yang Tetap Mencintai Indonesia
|
Foto: Rengga Sancaya
|
"Saya memilih Indonesia. Saya sangat cinta Indonesia. Saya sudah janji pada bendera saat perenungan tadi malam. Saya akan mencoba negeri ini menjadi tempat yang lebih baik," terang Gloria di Cibubur, Senin (15/8).
"Lahir, sekolah di sini. Ini soal persuratan, tapi dari aspek pandangan saya surat anda lengkap belum tentu Anda cinta pada negara sendiri. Artinya masih banyak kolusi, korupsi. Banyak yang mengira saya masuk ke sini karena orang dalam, padahal saya karena kemampuan saya sendiri. Ayah saya seorang bule, ibu bukan pejabat negeri gimana caranya ya kan. Saya sangat sedih, cinta kepada negara, tapi terhalang oleh surat. Saya ingin maju untuk menjadi penerus bangsa yang baik," sambungnya.
Ketika dinyatakan tidak bisa menjadi Paskibraka, Gloria Natapradja tetap lapang dada menerima keputusan pemerintah Indonesia. Gloria yang hadir dalam jumpa pers di Kemenpora mengaku dia akan berusaha sportif, terkait keputusan dirinya tak ikut bertugas Paskibraka di Istana.
Gloria kemudian mengungkapkan pilihan kalau dirinya memilih Indonesia. Dia ingin bisa berbuat banyak untuk Indonesia.
"Ada banyak pertanyaan dari orang, kenapa nggak di luar saja? Tapi saya penerus bangsa, negeri ini kaya, ngeri ini indah. Kita sebagai penerus bangsa harus bangkitkan lagi," jelas Gloria di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2016).
"Di Paskibraka diajarkan kita inilah bagaimana kita mencintai negeri anda, ibu pertiwi," tambahnya.
Dipanggil Jokowi Usai Saksikan Pengibaran Bendera Lewat TV
|
Foto: Gloria Natapradja berpose bersama Presiden Jokowi, Wapres JK dan Ketum PDIP Megawati (Foto: Gatot S Dewabroto-Kemenpora)
|
Gloria menangis, tapi tidak lama. Dia kemudian dicari karena diminta bertemu Presiden Joko Widodo. Gloria juga sempat bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan pejabat lainnya.
Makan siang itu juga jadi istimewa karena Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla mengizinkan Gloria untuk menjadi Paskibraka di upacara penurunan bendera. Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Gloria Natapraja Hamel sebagai anak yang berbakat.
"Di mata Pak JK, Gloria anak berbakat yang berlu diberi kesempatan," kata Staf Khusus JK, Husain Abdullah kepada detikcom, Rabu (17/8/2016).
Momen 'bangkit' ini pun menjadi tidak terlupakan untuk Gloria. Dia mengaku senang dan hal ini akan dikenangnya seumur hidup.
"Ini dia nih yang terkenal di TV, sambil tertawa. Semangat ya katanya (Presiden Jokowi). Sore ini nanti ikut penurunan bendera," kata Gloria yang menirukan ucapan Jokowi saat pertemuan di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (17/8/2016).
Akhirnya Gloria Berseragam Paskibraka
|
Foto: Ikhwanul Habibi/detikcom
|
Gloria bergabung dengan tim Gordon. Posisinya akan berada di belakang barisan pembawa baki dan penurun bendera. Posisi Gloria di tim pengiring adalah sebelah kanan nomor dua dari depan. Selama persiapan, Gloria yang sudah mengenakan seragam lengkap Paskibraka beserta kopiahnya, terus tersenyum.
Gloria dan teman-temannya, berhasil menjalankan tugas dengan baik. Sesampainya di Wisma Negara setelah selesai menjalankan tugas, rona kebahagiaan tak bisa disembunyikan Gloria. Dia langsung memeluk teman-temannya sesama anggota Paskibraka.
"Senang yang bakal teringet seumur hidup. Nggak percaya banget karena sudah ikhlas aku nggak tugas nggak apa-apa. Tapi ternyata aku bisa ikut lagi. Nggak bisa dijelasin lagi," tegas Gloria dengan senyum manis yang terkembang di wajahnya.
Halaman 2 dari 6











































