Mahasiswa dan para pelajar Indonesia pun meminta izin ke pihak sekolah masing-masing untuk bisa ikut upacara. Satu jam sebelum pelaksanaan upacara, mereka sudah hadir.
Peserta upacara 17 Agustus di KBRI Canberra, bukan semata masyarakat Indonesia.Warga Australia yang berasal dari kalangan pejabat Australia, dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan, Pertahanan, Pertanian, wartawan, peneliti, dosen, guru hingga mahasiswa dan pelajar juga ikut menghadiri upacara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. KBRI Canberra |
Upacara Detik-detik Proklamasi ke-71 di Canberra dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema. Bertindak selaku Komandan Upacara adalah Mayor Laut (P) Ludfy. Demikian disampaikan KBRI Canberra lewat keterangannya, Rabu (17/8/2016).
Dalam amanatnya, DubesNadjib mengajak semua masyarakat Indonesia di Australia untuk terus menggelorakan semangat juang dan berkorban seperti yang diwariskan para pejuang nasional untuk membantu mewujudkan kejayaan Indonesia. Dubes RI juga menambahkan bahwa sejak dahulu Australia sudah merupakan salah satu mitra terdekat Indonesia.
Foto: Dok. KBRI Canberra |
Hal ini tercermin dari dukungan Australia pada Indonesia di masa awal mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kerjasama kedua negara ini sangat penting bagi kemaslahatan dan kesejahteraan kedua bangsa di masa yang akan datang.
Usai Upacara, Georgia Potter, siswi kelas 10 dari Ballerine Secondary School di Geelong, Victoria, secara mengagumkan menunjukkan kebolehannya berpidato dalam Bahasa Indonesia secara fasih. Bahkan di awal dan akhir pidatonya, dia juga memekikkan kata 'Merdeka, Merdeka, Merdeka' secara lantang. Dalam pidatonya, Georgia berharap hubungan Indonesia dan Australia akan terus menguat. Bagi Australia, tidak ada negara yang lebih penting di dunia ini kecuali Indonesia.
Foto: Dok. KBRI Canberra |
Pada kesempatan tersebut, Dubes RI juga menyematkan tanda jasa Presiden RI kepada Atase Pertahanan RI (Brigjen Marinir Widad Prasojo Aji) dan Counsellor Ekonomi KBRI Canberra (Dr. Irwan Sinaga). Tanda jasa juga diberikan kepada Brigadir Gerry Hoogan, mantan Atase Pertahanan Australia di Jakarta yang dinilai banyak berjasa dalam mempererat hubungan Indonesia dan Australia.
Sebagai penutup rangkaian acara, anak-anak Indonesia di Canberra berjumlah 50 anak yang berusia 2 hingga 12 tahun menyumbangkan suara mereka melalui Aubade. Dengan mengibarkan bendera Merah Putih, mereka secara antusias menyanyikan beberapa lagu perjuangan, seperti Hari Merdeka, Halo-Halo Bandung, Berkibarlah Benderaku, Dari Sabang Sampai Merauke, dan Maju Tak Gentar.
Foto: Dok. KBRI Canberra |
Untuk melengkapi suasana 17-an khas tanah air, sekitar 400 masyarakat Indonesia dan Australia yang hadir disuguhi dengan nasi tumpeng lengkap dengan berbagai jenis masakan pelengkapnya, yakni ayam goreng, perkedel, urap, otak-otak ikan, tempe tahu bacem, kerupuk dan sambal goreng. Tumpeng diberikan oleh Dubes Nadjib dan istrinya, Nino Riphat kepada para penerima bintang jasa. (imk/imk)












































Foto: Dok. KBRI Canberra
Foto: Dok. KBRI Canberra
Foto: Dok. KBRI Canberra
Foto: Dok. KBRI Canberra