HUT ke-71 RI, Bupati Yoyok: Merdeka itu untuk Kebahagiaan Manusia

ADVERTISEMENT

HUT ke-71 RI, Bupati Yoyok: Merdeka itu untuk Kebahagiaan Manusia

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 17 Agu 2016 19:49 WIB
Bupati Batang Yoyok saat HUT Kemerdekaan RI (Foto: Angling Aditya Purbaya/detikcom)
Batang - Dalam upacara peringatan Kemerdekaan ke-71 , Bupati Yoyok Riyo Sudibyo mengimbau warga untuk lebih berpartisipasi dalam mengawal pemerintahan. Warga berhak mempertanyakan kebijakan yang dianggap tidak sesuai.

"Rakyat tidak boleh takut kepada pemerintah. Kalau ada yang tidak sesuai, silakan tanya ke Bupati, DPRD, dan pejabat pemerintahan yang lainnya karena itu adalah hak rakyat," tutur Yoyok, Rabu (17/8/2016). Hal itu dia sampaikan di alun-alun Kabupaten Batang.

Bupati Batang Yoyok saat HUT Kemerdekaan RI (Foto: Angling Aditya Purbaya/detikcom)


Selama empat tahun pemerintahannya, Penerima Bung Hatta Anti-Corruption Award 2015 ini selalu berupaya untuk melibatkan rakyat dalam pengambilan keputusan. Bupati Yoyok meyakini partisipasi rakyat yang besar adalah fondasi utama dalam memperkuat demokrasi.

"Puncak dari kemanusiaan adalah kemerdekaan untuk mencari kebahagiaan, yang ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, serta suasana hidup bersama yang bebas dari rasa takut," kata mantan Danramil Tanjung Priok itu.

Bupati Yoyok mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh menebar rasa takut kepada rakyat dengan berbagai alasan. Selain itu menurut Yoyok pemerintah tidak boleh menjadi ancaman bagi warga.

Meski Kabupaten Batang tidak memiliki pemasukan melimpah seperti kota-kota besar, Yoyok memastikan kebahagiaan rakyat selalu menjadi prioritas. Semua sumber daya yang ada harus memberi manfaat bagi berbagai lapisan masyarakat.

Bupati Batang Yoyok saat HUT Kemerdekaan RI (Foto: Angling Aditya Purbaya/detikcom)


Bagi Yoyok, transparansi di Kabupaten Batang merupakan kunci dari semua keberhasilan yang sudah dicapai. Pemerintah harus mampu menjaga kepercayaan rakyat dan membangun kerja sama untuk mencapai kebahagiaan yang dikehendaki.

"Kebahagiaan hanya dapat diraih dengan jalan yang membahagiakan. Jika ada kebencian dan kedengkian, tentu kita tidak akan merasa bahagia, walaupun mungkin kita sejahtera. Kebahagiaan juga tidak mungkin diraih dengan jalan kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan kata-kata, karena itu mengingkari hakikat kebahagiaan itu sendiri," tutup Yoyok. (alg/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT