Momen Haru Ketika Bupati Anas Kunjungi Penerima Banyuwangi Cerdas

Momen Haru Ketika Bupati Anas Kunjungi Penerima Banyuwangi Cerdas

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 17 Agu 2016 19:26 WIB
Momen Haru Ketika Bupati Anas Kunjungi Penerima Banyuwangi Cerdas
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Pasca upacara peringatan HUT RI ke-71 Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama rombongan berkunjung ke rumah Imam Hambali (23) salah satu penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas.

Rumah Imam berada di Dusun Balak Kidul RT 01/RW 04 Desa Balak, Kecamatan Songgon. Begitu tiba Bupati Anas langsung dipeluk oleh Imam dengan linangan air mata.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imam tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih karena merasa dibantu dengan program Banyuwangi Cerdas. Program inilah yang mengantarkan dirinya bisa melanjutkan pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.

Di ruang tamu berukuran 3X4 meter itu Anas beserta isterinya Ipuk Fiestiandani dan Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono berbincang dengan orangtua Imam, pasangan Sugiyono (62) dan Barobah (50). Perbincangan ini berlangsung cair.



Banyak warga dan anak-anak kecil yang turut mengabadikan momen kunjungan bupati ini pada ponselnya. Menyadari banyak anak-anak yang ikut mendengarkan isi pembicaraan, Anas kemudian mengingatkan agar anak-anak itu rajin belajar.

"Anak-anak sekolah yang benar ya. Jangan takut kalau enggak ada biaya ada beasiswa," cetus Anas.

Anas menyebut program Banyuwangi Cerdas dikhususkan bagi siswa dari keluarga. Ada serangkaian tes mulai dari potensi akademik dan tes kelayakan menerima beasiswa.

"Kriteria tidak mampu itu nanti disurvei. Rumah terbuat dari gedek, lantai tidak dikeramik, di dalam enggak ada toilet. Bener enggak Mam?" tanya Anas yang dibalas anggukan oleh Imam.

Kedua orangtua Imam pun mengucap syukur atas bantuan yang diterima anaknya ini. "Terima kasih sekali, anak saya dibantu," kata Sugiyono.

Anas menyebut tak sepantasnya rasa syukur itu diberikan padanya. Seharusnya rasa syukur itu disampaikan pada Tuhan Allah Yang Maha Esa.

"Iya. Soalnya kalau dibantu uang cepat habis tapi kalau pendidikan enggak. Syukurnya ke Pangeran karena enggak semua anak bisa dapat beasiswa," tukas Anas.

(ams/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini