"Senang sekali bisa melanjutkan kuliah," kata Imam di rumahnya di Dusun Balak Kidul RT 01/RW 04 Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Rabu (17/8/2016).
Saat ini Imam tengah menempuh semester V di Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) di Jember dangan Indeks Prestasi Kumulatif.(IPK) 3,45. Imam mengungkapkan mulanya dia sempat kuliah selama setahun namun harus berhenti karena tidak ada biaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama kuliah itu anak pertama pasangan Sugiyono dan Barobah ini juga bekerja sebaga staff Tata Usaha di sekolah aliyah. Dari para guru itulah dia mengetahui ada program Banyuwangi Cerdas.
"Jadi saya ikut coba. Alhamdulilah lolos tes dan dinyatakan lolos program Banyuwangi Cerdas setelah survei rumah," katanya.
Dengan program beasiswa ini Imam setiap bulan menerima uang saku sebesar Rp 1 juta. Uang ini dibagi untuk biaya hidup sehari-hari dan ongkos kuliah.
"Saya dapat Rp 800 ribu untuk living cost dan Rp 200 ribu untuk biaya kuliah," kata mahasiswa Jurusan Sastra Arab di Fakultas Tarbiyah ini.
Setiap akhir pekan dia pulang dari Jember dan mengabdikan diri di Pondok Ulumudin Padang di Singojuruh. Hal itu dilakukannya untuk mengamalkan ilmu yang didapatkannya di kampusnya.
Saat dikunjungi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Imam mengaku sangat senang. Dia mengidolakan sosok bupati dua berharap bisa menggantikannya kelak.
"Saya ngefans sama pak Anas, saya pengen jadi bupati," ujarnya.
Orangtua Imam, Sugiyono, mengaku sangat bersyukur karena anak pertamanya bisa melanjutkan pendidikannya. Dia mengungkapkan hal itu tak pernah dibayangkan olehnya.
"Rasanya senang, bahagia. Dia sekolah, saya cuma buruh. Ini keinginannya dia saya dukung dan doakan setiap hari supaya sukses, panjang Umur dan selamet," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono menyebut setiap tahunnya 50 siswa-siswa tidak mampu menerima beasiswa ini. Sejak 2011 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan Uiversitas Jember dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember untuk menguliahkan penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas ini.
"Setiap tahun ada 50 siswa-siswi. Kemampuan akademik diuji langsung oleh Unej dan IAIN, kami hanya proses seleksi kriteria tidak mampu," kata Sulih.
Tiap bulannya pihak pemkab menganggarkan Rp 1 juta bagi tiap penerima beasiswa. Sejak 2011 dana yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 9,6 M.
"Per bulan dianggarkan Rp 1 juta /orang dengan hitungan dibagi untuk living cost dan biaya kuliah. Total anggaran yang digunakan sejak 2011 untuk program Banyuwangi Cerdas sebesar Rp 9,6 M dan tahun ini anggarannya sebesar Rp 3,5 M," tukasnya. (ams/erd)











































