Upacara diikuti oleh ratusan pasukan TNI, Polri, dan sipil yang berasal dari Kabupaten Purwakarta dan beberapa daerah di Jawa Barat.
Dalam pidatonya, Dedi memaparkan alasan dirinya menggelar upacara di Taman Pasanggrahan Padjajaran karena lokasi tersebut dianggap memiliki filosofi yang kuat sebagai pondasi untuk membangun negara pasca kemerdekaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Menurut Dedi, Pasanggrahan memiliki makna tempat berkumpulnya para kesatria, prajurit, cendekiawan, dan masyarakat dengan tekad menyatukan hati untuk membangun visi Kabupaten Purwakarta yang berkarakter dengan Sembilan Tanda Cinta Istimewa.
"Padjajaran berarti kesetaraan sebagau satu kesatuan semangat yang tidak akan terpisahkan," beber Dedi.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, saat ini Indonesia akan memasuki era persaingan terbuka dengan negara-negara lain. Namun di sisi lain Indonesia masih belum siap karena dari segi ketersediaan pangan seperti daging, ikan, telur, hingga beras yang belum optimal.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Hal itu seharusnya harus mulai dibenahi dengan pendidikan berkarakter sebagai fondasi masa depan. Sudah sepatutnya anak-anak tidak lagi dididik secara formal di dalam kelas namun harus mulai dikenalkan dengan sawah, sungai, laut, gunung, hutan sehingga menjadi manusia yang bisa mengelola alam secara baik.
"Tapi sebaliknya jika anak-anak membiarkan sungai kotor, sawah tidak ditanami pagi, laut dirusak, gunung ditambang, menggunakan media sosial dalam hal negatif, saling hujat, menggunakan motor dan mobil tanpa tujuan yang jelas, BBM dibakar tidak produktif, dan uang dibelanjakan tanpa manfaat. Tunggulah kehancuran bangsa Indonesia akan datang," tegas pria yang akrab disapa Kang Dedi itu.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Ribuan masyarakat yang berkumpul sejak pagi langsung memanfaatkan momen langka itu untuk berfoto bersama dengan Dedi yang nampak berbeda dengan menggunakan setelan jas putih-putih. Pasalnya sehari-hari bupati yang kental dengan budaya sunda ini selalu berpakaian dengan menggunakan pangsi berwana hitam atau pun putih (trw/trw)












































Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom