Jelang Kongres PDIP, Perang Atribut Mulai Marak
Sabtu, 26 Mar 2005 15:50 WIB
Denpasar - Tidak hanya gesekan antar massa, menjelang Kongres II PDIP, sejak Sabtu (26/3/2005) pagi, perang poster dan spanduk juga mulai marak. Kawasan Denpasar dipenuhi atribut partai tersebut, baik yang pro Megawati maupun pro gerakan pembaharuan. Suasana makin panas saat beberapa atribut pro Mega hilang oleh orang tak dikenal.Atribut berupa spanduk pro Mega yang hilang tersebut sebelumnya terpasang di sepanjang Jl Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta. Spanduk berjumlah 4 buah dan dipasang oleh penggembira kongres asal Surabaya. "Spanduk dipasang Jumat pagi, namun ketika hendak memasang spanduk lain malamnya, spanduk tersebut sudah raib. Kita sempat tangkap satu orang yang mengambil, kita tanya, katanya disuruh orang Jakarta," tutur Wakil Ketua Perjuangan Rakyat Untuk Reformasi Surabaya, Erton, ketika dihubungi detikcom, Sabtu (26/3/2005).Isi spanduk yang lenyap itu antara lain adalah "Utusan Adalah Amanat, Mengkhianati Amanat Adalah Pengkhianat", serta "Jangan Pilih Yang Lain Kecuali Mega". Sedangkan total spanduk yang dipasang oleh kader Surabaya tersebut adalah 50 buah.Sementara itu, perang spanduk tampak memanas di beberapa titik di jalan sekitar Bandara Ngurah Rai. Di titik-titik tersebut, spanduk yang dipasang massa pro Mega diletakkan berdampingan, bahkan menumpuk dengan spanduk dari gerakan pembaharuan.Atribut lain yang juga tampak mewarnai kawasan Denpasar dan sekitarnya adalah bendera dan poster. Kawasan sepanjang Jl Bandara Ngurah Rai sampai ke Hotel Bali Beach Sanur dipenuhi spanduk dari massa pro Mega. Sedangkan atribut dari kelompok pembaharuan tampak mendominasi wilayah kota Denpasar.Beberapa spanduk dipasang gerakan pembaharuan di seputar Jl Diponegoro, Jl Tjok Agung Tresna, Jl Hang Tuah, serta jalan-jalan yang menghubungkan Denpasar dengan Sanur. Spanduk-spanduk tersebut antara lain berisi "4 Re: Reorganisasi, Revitalisasi, Regenerasi, Rekonsiliasi" serta "No Formatur Tunggal dan No Hak Prerogatif".Wakil Ketua Panitia Lokal Kongres II PDIP, Wayan Sutena menegaskan, pihaknya tidak akan mencabut atribut partai yang beraroma gerakan pembaharuan. "Jika ada atribut seperti itu yang hilang, itu diluar tanggung jawab kami. Kita tidak pernah memerintahkan untuk mencabut," tukasnya.
(ast/)











































