Ada Masalah Sanitasi Sampai Koki, Tiga Perusahaan Katering Ini Ditegur Keras

Laporan dari Arab Saudi

Ada Masalah Sanitasi Sampai Koki, Tiga Perusahaan Katering Ini Ditegur Keras

Rachmadin Ismail - detikNews
Rabu, 17 Agu 2016 12:30 WIB
Ada Masalah Sanitasi Sampai Koki, Tiga Perusahaan Katering Ini Ditegur Keras
Foto: Racmadin Ismail/detikcom
Arab Saudi - Tim pengawas katering Daerah Kerja (Daker) Makkah sudah memantau sejumlah perusahaan penyedia katering yang baru tahun ini dikontrak. Temuan sementara, ada tiga perusahaan yang masih bermasalah, terutama dalam urusan dapur dan koki. Mereka ditegur agar segera melakukan perbaikan.

Teguran ini disampaikan dalam acara pertemuan Daker Makkah bersama 23 pemilik perusahan katering dan para kokinya di hotel Dar Hadi-Aziziah, Makkah, Selasa (16/8/2016) malam. Hadir dalam pertemuan itu, Kadaker Makkah Arsyad Hidayat, Kasie Pengawas Katering Evy Nuryana dan lima orang pakar Tata Boga dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam paparannya, Mandra Aditya Putra dari perwakilan STPB yang ikut mengevaluasi persiapan katering menyampaikan, ada tiga perusahaan katering yang perlu memperbaiki layanan, yakni Remas, Ruwad Makkah dan Shalal Asia. Ada sejumlah temuan terkait masalah juru masak dan sanitasi yang perlu segera diperbaiki.

"Untuk Remas, kita temukan tidak kompeten chef-nya. Lalu ada persoalan sanitasi, alat masak tidak bersih," kata Mandra.

Dua kali sudah tim pengawas mendatangi dapur Remas. Menurut Mandra, hanya ada perubahan soal sanitasi di kunjungan kedua. Namun persoalan juru masak, masih belum berubah. Tim pengawas masih menilai para juru masak Remas belum kompeten untuk masak bagi ribuan jemaah.

Merespons hal ini, Remas berjanji akan melakukan perbaikan. Tim pengawas pun memberikan deadline hingga tanggal 17 Agustus hari ini, untuk memperbaikinya.

"Nanti kita akan lakukan visitasi ulang," terang Mandra.

Untuk Ruwad Makkah yang menjadi sorotan Mandra adalah persoalan sanitasi. Hari ini, tim pengawas akan kembali memeriksa dapurnya, apakah sudah bersih atau tidak. Sementara Shalal Asia, tim pengawas menyoroti persoalan peralatan yang kurang. Semua berjanji akan melakukan perbaikan hari ini.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Arsyad Hidayat usai pertemuan mengatakan, teguran keras ini sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam melakukan pengawasan katering bagi jemaah. Mereka yang belum siap, akan terus dievaluasi, bahkan mungkin bisa saja ditegur sampai mendapat blacklist.

"Kami memberikan teguran keras ke tiga dapur karena berdasarkan hasil laporan dan saya juga melihat sendiri saat berkunjung ke tiga dapur tersebut, memang ada beberapa persiapan yang belum maksimal. Ternyata ketika dicek hari ini oleh tim pengawas, ada perubahan tapi tidak signifikan," tegas Arsyad.

"Kami akan ke lapangan untuk mengecek dan melihat bagaimana progresnya. Bagi dapur yang ternyata tidak memperlihatkan keseriusannya, maka bisa dipertimbangkan untuk diblack list," tambahnya.

Ditambahkan Arsyad, masih banyak dapur yang berkomitmen untuk melayani jemaah. Mereka layak mendapat apresiasi. Bukan tidak mungkin, katering yang baik akan mendapat tambahan pemesanan jumlah makanan.

Jemaah haji Indonesia akan mendapatkan layanan katering makan siang dan makan malam, masing-masing sebanyak 12 kali ketika di Makkah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menjalin kontrak kerjasama dengan 23 perusahaan penyedia layanan katering, 12 perusahaan katering yang sudah memberikan layanan pada tahun lalu dan 11 perusahaan katering yang baru tahun ini memberikan layanan kepada jemaah haji Indonesia. Pengawasan ketat diberikan pada perusahaan katering baru.

Berikut daftar perusahaan penyedia katering dan jumlah produksinya untuk jemaah:

01. AL HUSSAM 24.500 JAMAAH
02. AL AHMADI 10.500 JAMAAH
03. RUWAD MAKKAH 7.000 JAMAAH
04. RAGHAIB 7.000 JAMAAH
05. AL ZAD 6.000 JAMAAH
06. HUSAM MUA'LI 6.000 JAMAAH
07. AL HODHOD 6.000 JAMAAH
08. JAWHARAT ASIA 5.000 JAMAAH
09. BIN MARTA 5.000 JAMAAH
10. AL MUNIEF 5.000 JAMAAH
11. AL SALIMI 5.000 JAMAAH
12. REMAS 6.000 JAMAAH
13. AL TAMAYOZ 5.000 JAMAAH
14. FOOD TIGER 5.000 JAMAAH
15. SHALAL ASIA 5.000 JAMAAH
16. HANAN CATERING 5.000 JAMAAH
17. AL JOZOR 5.000 JAMAAH
18. AL JAWI 5.000 JAMAAH
19. DUYUF AL SHARQ 5.000 JAMAAH
20. HAINA 5.000 JAMAAH
21. NABTA 5.000 JAMAAH
22. TAMKIN AL GADRAH 5.000 JAMAAH
23. AS SYARQ (MIDDLE EAST) 5.000 JAMAAH (mad/erd)


Berita Terkait