"Dari pemuda kita harus melihat dari perspektif pemuda artinya kita enggak bisa harapkan yang sama dari generasi tua untuk dilakukan generasi muda. Kalau kita harapkan peran anak-anak muda isi kemerdekaan maka bayangan saya kiprah mereka di ranah digital bagaimana mereka mendayagunakan instrumen digital itu dengan lebih baik," kata peneliti Youth Studies Centre (YouSure) FISIPOL UGM Najib Azca saat berbincang, Selasa malam (16/8/2016).
Dunia digital, seperti media sosial ataupun aplikasi dapat dimanfaatkan kaum muda untuk kepentingan umum. Sehingga kaum muda tak hanya memakai media sosial sekadar untuk kepentingan narsis semata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah peran pemerintah untuk mewadahi peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan tersebut. Pemerintah diminta lebih fleksibel dalam mengakomodasi pemuda.
"Pemerintah seringkali tak mendengar suara anak muda, jadi betul-betul anak muda itu didengarkan apa aspirasi mimpi mimpinya, pemerintah itu seringkali menggunakan cara pikir orang tua. Pemerintah harus mendengar lebih banyak lagi apa yang dikehendaki anak muda, membangun atmosfer yang baik sehingga anak muda enjoy artikulasikan keinginan mereka," tutur Najib.
Jika pemuda diberikan ruang untuk berekspresi, maka perilaku negatif seperti tawuran hingga memakai narkoba dapat dihilangkan. Pemuda memerlukan arena untuk berekspresi, kata Najib.
(bag/bag)











































