Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat mengatakan, hal ini dilakukan sebagai wujud hadirnya petugas di depan jemaah. Setiap pemondokan wajib ditunggui oleh petugas, minimal dari bidang pelayanan umum.
"Seakan detak jantung jamaah bisa didengar petugas," kata Arsyad di kantornya, Selasa (16/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada masalah, jemaah lapor ke petugas yang standby di hotel. Jangan disampaikan lewat medsos," pesan Arsyad.
Para petugas di pemondokan juga nantinya akan diminta menyerap keluhan jemaah dan aspirasinya. Hal ini akan jadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan haji ke depan.
Pemondokan di Makkah terbagi dalam 6 maktab di 9 sektor. Di masing-masing sektor terdapat hotel dengan jumlah total 117 untuk menampung sekitar 152 ribu jemaah Indonesia yang akan melaksanakan puncak haji pada awal September mendatang. (mad/bag)










































