"Arahan Presiden Jokowi sangat relevan, dan memang kita perlu terus mendorong terobosan baru guna mempercepat pembangunan daerah. Pidato Presiden tadi memberi semangat kepada kami yang ada di daerah untuk bekerja secara lebih kreatif dan cepat untuk pembangunan," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada detikcom, seusai mendengarkan pidato Presiden Jokowi melalui televisi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Selasa (16/8/2016).
Presiden menekankan pentingnya semua elemen bangsa untuk keluar dari zona nyaman guna memenangkan persaingan serta menyelesaikan sejumlah permasalahan bangsa, seperti kemiskinan, pengangguran, perekonomian, infrastruktur, dan kesenjangan sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Ardian Fanani/detikcom |
Anas menyatakan, saat ini memang tidak bisa birokrasi bekerja seperti di era-era terdahulu. Birokrasi harus lebih luwes, sigap, dan responsif dalam menjawab dinamika yang ada di masyarakat.
"Birokrat harus juga siap 24 jam. Misalnya, ya harus legowo kalau tengah malam dicaci-maki di media sosial, karena pelayanan rumah sakit yang tidak baik," ujar Anas.
"Harus bisa keluar dari zona nyaman. Harus berani membikin program terobosan. Program tidak dibikin rutin sama seperti tahun-tahun lalu, melainkan harus menyesuaikan dengan dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Anas juga menggarisbawahi pentingnya penganggaran berbasis program prioritas seperti disampaikan Presiden Jokowi. Jadi, anggaran tidak dibagi rata ke seluruh satuan atau unit kerja.
Saat ini, tambah Anas, Banyuwangi telah dan akan terus berupaya menjalankan instruksi pemerintah pusat tersebut. Kreativitas program didorong dengan tetap patuh pada peraturan.
Semua program difokuskan pada peningkatan pendapatan warga dan memperkecil memperkecil disparitas atau kesenjangan antarwarga. Misalnya, keberadaan program UGD Kemiskinan, berbagai program fasilitasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), beasiswa Banyuwangi Cerdas, pengiriman sarjana-sarjana terbaik untuk menjadi pengajar di pelosok desa, dan pembangunan infrastruktur jalan dan penunjang pertanian.
"Perlahan tapi pasti terus kemi perbaiki. Misalnya soal kesenjangan sosial seperti ditekankan Presiden dalam pidato tersebut. Ini pekerjaan rumah berat, karena banyak faktor saling berimpitan, baik itu soal ekonomi, pendidikan, maupun kultur. Indeks ketimpangan kami atau gini ratio sudah turun dari menjadi 0,29 pada 2015 dari sebelumnya 0,32. Tahun ini kami targetkan jadi 0,28. Semakin mendekati 0 semakin baik," ujar Anas.
Foto: Ardian Fanani/detikcom |
Anas berharap, beberapa kebijakan yang diungkapkan dalam pidato presiden terkait percepatan pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan tol Trans Jawa dan pembukaan beberapa pelabuhan baru bisa segera terealisasi. Ini sangat berguna untuk percepatan pembangunan daerah.
"Kita harap pembangunan tol ke Banyuwangi cepat terealisasi. Demikian pula pengoperasian pelabuhan peti kemas Tanjungwangi juga bisa secepatnya terwujud," pungkasnya. (trw/trw)











































Foto: Ardian Fanani/detikcom
Foto: Ardian Fanani/detikcom