"Bapak dan ibu-ibu tahu persis hari kemarin bahkan tiga minggu yang lalu saya sendiri juga tidak tahu bahwa saya akan menjadi menteri," kata Arcandra sembari tersenyum, saat menyampaikan ceramah usai salat dhuhur berjamaah di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (16/8/2016).
"Kemudian hari kemarin juga akhirnya saya juga tidak jadi menteri lagi," lanjut Arcandra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya adalah yang namanya jabatan menteri itu adalah amanah. Apakah ada bedanya pada saat seorang menjabat dengan saat dia turun, rasanya bagi saya Insya Allah nggak ada bedanya," katanya.
Arcandra kemudian sedikit cerita tentang pidato pelantikannya 27 Juli lalu. "Dalam pidato pelantikan saya di kementerian ESDM waktu itu saya mengatakan jabatan itu tidak ideal, hubungan atasan dan bawahan itu tidak kekal, yang kekal adalah persahabatan. Kalau kita bersahabat itulah kekal, tapi jabatan sewaktu-waktu diambil oleh Allah dan sewaktu-waktu akan diturunkan oleh Allah," katanya.
Arcandra menuturkan dirinya tak pernah mengejar jabatan. Ia juga menekankan bahwa manusia boleh saja berencana apapun tapi Allah yang mengatur segalanya.
"Manusia hanya bisa berusaha sekuat tenaga namun Allah yang menentukan pada akhirnya, tidak ada yang lebih tinggi dari itu," katanya.
Dia kemudian bercerita sedikit tentang suasananya kini setelah tak menjadi Menteri ESDM setelah diberhentikan oleh Presiden Jokowi karena memiliki paspor Amerika Serikat.
"Bagaimana pak rasanya sudah tidak menjadi pejabat lagi? Sekali lagi saya katakan tidak ada bedanya. Saya masih makan nasi, saya masih orang Indonesia, kebetulan keturunan Padang. Saya belum mampu memakan kayu, belum mampu juga memakan mike ini, berarti saya manusia biasa. Di acara pelantikan satu kata yang insyaAllah akan saya pegang teguh sekali, ya Allah jadikan takutku padamu ya Allah, membimbing aku menerima amanahmu," ujar Arcandra.
"Saya meninggalkan Indonesia tahun 1996 kembali tiga hari sebelum dilantik. Pelantikan hari Rabu saya sampai ke Indonesia hari Minggu. Kalau Allah berkehendak kun faya kun, jadi. Dan kita menjadi saksi juga kemarin kalau Allah berkehendak kun faya kun jadi. Apakah ini sebuah cobaan, tadi saya pernah diskusi saya katakan ini bukan cobaan, semua sudah digariskan oleh Allah," katanya seraya menyebut Allah sebagai the best planner.
"Serahkan semua urusanmu kepada Allah kita hanya bisa berusaha yang toh nantinya takdir yang menyudahi," ujar Arcandra menutup ceramahnya.
Sebuah video di youtube berdurasi sepuluh menit merekam cerita perjalanan Arcandra pulang ke Tanah Air untuk menjadi menteri itu:
(van/trw)










































