Retno mengatakan, setiap kali ada WNI yang tersangkut masalah di luar negeri, maka pihak Kementerian Luar Negeri segera melakukan konfirmasi dan mencari data sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).
"Itu ada SOP yang sangat jelas, setiap kali ada masalah dengan WNI kita, kita selalu melakukan beberapa step, misal situasi yang terkait dengan beberapa WNI yang diduga mendapatkan beasiswa," kata Retno saat ditemui usai sidang tahunan di Gedung MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga sudah memanggil Dubes Turki yang ada di Jakarta untuk menyampaikan concern bahwa ada beberapa mahasiswa Indonesia yang kemudian ditanya dan sebagainya, yang menimbulkan ketidaknyamanan," katanya.
"Jadi kita mohon kepada pemerintah Turki untuk melindungi WNI yang berada di sana. Jadi faktor atau elemen perlindungan di sana kita jalankan atau message itu kita kirim, baik melalui DUbes Turki di Jakarta, maupun dubes kita yang ada di Ankara," tambah Susi.
Lalu, apa tanggapan pihak Turki?
"Ya mereka akan perhatikan apa yang akan disampaikan oleh Indonesia," jawab Retno. (rjo/rvk)











































