Pangkoopsau I Bicara soal Bentrok yang Sebabkan Warga dan 2 Wartawan Terluka

Pangkoopsau I Bicara soal Bentrok yang Sebabkan Warga dan 2 Wartawan Terluka

Jefris Santama - detikNews
Selasa, 16 Agu 2016 16:46 WIB
Pangkoopsau I Bicara soal Bentrok yang Sebabkan Warga dan 2 Wartawan Terluka
Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I Marsekal Muda Yuyu Sutisna di Lanud Soewondo Medan, Selasa 16 Agustus 2016 (Foto: Jefris Santama/detikcom)
Medan - Bentrokan terjadi antara personel TNI AU dengan warga di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, Medan, Sumut. Dalam kejadian tersebut, dua wartawan terluka. Terkait hal tersebut, Pangkoops I TNI AU Marsma Yuyu Sutisna angkat bicara soal kejadian tersebut.

"Kejadian kemarin saya sangat menyesali sehingga ada korban luka dari masyarakat dan wartawan. Saya menyesali hal tersebut," kata Yuyu dalam keterangan persnya kepada wartawan di Lanud Soewondo, Medan, Selasa (16/8/2016).

Yuyu menjelaskan, pihak TNI AU berencana akan membangun rumah untuk prajurit di lahan inventaris negara tersebut. Saat itu, kata dia, pihaknya mendapat halangan dan demo dari masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin terjadi pemagaran oleh masyarakat di tempat yang akan dibangun itu. Kita juga memberikan patok tanah. Luas tanah itu 100 kali 50 meter untuk dua lokasi," ujarnya.

Saat demo tersebut, terjadi aksi pembakaran. Prajurit TNI AU, kata Yuyu, menertibkan aksi pembakaran tersebut karena dinilai mengganggu arus lalu lintas.

"Ada perlawanan. Ada provokator satu orang dan kita tangkap. Saat diperiksa dia dalam keadaan pengaruh minuman keras," terangnya.

Tak lama kemudian, orang yang disebut provokator oleh petugas itu pun dilepas. Namun, menurut Yuyu, massa anarkis dan terjadi pelemparan batu. Dari lokasi, personel TNI AU, kata Yuyu menemukan panah dan gear sepeda motor.

"Ada terjadi pelemparan batu, warga terkena. Prajurit kita ada yang membawa senjata dan saat itu prajurit dalam keadaan terdesak sehingga menembakkan senjata ke atas dengan peluru karet dan sebagian dari warga bubar. Kita bawa pentungan dan tameng saat kejadian," kata Yuyu.

Dua wartawan terluka dalam bentrokan yang terjadi antara personel TNI AU dengan warga. Kedua wartawan tersebut yakni Andri Syafrin dari MNC TV dan Array Argus dari Tribun Medan.

Menurut Yuyu, saat itu Kapentak Lanud Soewondo sudah mengkoordinir wartawan. "Kebetulan ada wartawan yang tak memakai seragam dan menjadi korban. Anggota nggak tau. Berdasarkan laporan yang saya terima, anggota kita amankan wartawan," akunya.

Namun, saat disinggung awak media terkait dua wartawan yang terluka yang hingga masuk ke rumah sakit, Yuyu tidak banyak merincinya.

"Saat ditanya, wartawan kemudian menunjukkan id card. Kita nggak tahu, wartawan bercampur dengan masyarakat. Kamera wartawan nggak tahu dimana saat itu. Namun, kita akan tanggung jawab. Dompet yang disebut tidak nampak sudah kita temukan. Kamera yang rusak kita tanggung jawab. Kalau ada anggota yang bertindak berlebihan, saya mohon maaf, tak ada unsur sengaja. Prajurit kita juga ada yang terluka," jelas Yuyu.

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak berkeinginan untuk melukai masyarakat dan wartawan. Yuyu juga mengaku sudah memberi arahan kepada jajarannya untuk menahan diri.

"Kita sudah evaluasi. Saya imbau prajurit menahan diri dan mengimbau kepada masyarakat bila ada aspirasi yang perlu disampaikan silakan bertemu dengan Komandan Lanud. Lebih baik musyawarah," tutup Yuyu.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads