Baik Menkum HAM Yasonna Laoly dan juga Menpora Imam Nahrawi sudah menyampaikan, pintu bagi Gloria sudah tertutup. Gloria berkewarganegaraan Prancis. (Baca juga: Menpora: Sudah Tak Ada Kesempatan untuk Gloria Gabung Paskibraka Istana)
"Dia memang begitu mencintai negara kita. justru kejadian ini tentunya sekolah masih mengharapkan dia mengibar bendera walaupun dia nggak megang baki," kata Wakil Kepala SMA Islam Dian Didaktika sekaligus wali kelas Gloria, dan guru olahraga, Pratik Wurwatno, Selasa (16/8/2016).
![]() |
Gloria, menurut Pratik, saat awal, antusias ikut Paskibraka. Dia mempunya jiwa disiplin, semangat, tanggung jawab dan pikiran yang maju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah ketemu menteri olah raga, kata menteri, 'saya baru ketemu siswa seperti kamu, Gloria tidak salah, NIK di sini, saya baru lihat kk nya, ibunya orang Indonesia, usia dia baru 16 tahun," jelas Pratik menirukan ucapan Imam Nahrawai.
Dukungan datang bagi Gloria dari rekan-rekannya di SMA. Faris (16), menyampaikan, dukungan semangat tetap diberikan bagi Gloria.
"Tiba-tiba sudah mau upacara ditolak kan sedih. Apalagi dia dari dulu lahir disini, sekolah juga di sini," tutur Faris.
"Harapannya ya Gloria bisa ikut di istana. Ini bukan akhir perjuangannya dia. Tetap semangat lah. Harapan ke pemerintah, setahu saya kalau umurnya di bawah 18 masih bisa berkewarganegaraan dobel," timpal rekan Gloria yang lain, Nando (16). (dra/dra)











































