Keluarga Tak Perlu Khawatir, Jemaah yang Wafat akan Dibadalkan Gratis

Laporan dari Arab Saudi

Keluarga Tak Perlu Khawatir, Jemaah yang Wafat akan Dibadalkan Gratis

Rachmadin Ismail - detikNews
Selasa, 16 Agu 2016 15:16 WIB
Keluarga Tak Perlu Khawatir, Jemaah yang Wafat akan Dibadalkan Gratis
Foto: Rachmadin Ismail/detikcom
Makkah - Pemerintah menjamin semua jemaah yang wafat mulai dari embarkasi sampai sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah. Mereka akan dibadalkan hajinya atau digantikan oleh orang lain, tanpa ada biaya tambahan apa pun yang dikenakan kepada keluarga.

Kasi Bimbingan Ibadah Daker Makkah Tawwabuddin, Selasa (16/8/2016), menjelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah No 456 tahun 2015 tentang pedoman pelaksanaan safari wukuf dan badal haji, semua jemaah haji yang meninggal sebelum wukuf akan dibadalhajikan. Ini termasuk jemaah yang berada di asrama, embarkasi, sampai berada di Saudi.

"Jadi keluarga tak perlu ragu atau bimbang. Insya Allah semua jemaah yang wafat akan dibadalkan pemerintah," kata Tawwab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siapa yang akan membadalkan jemaah wafat? Koordinator Konsultan Pembimbing Ibadah Aswadi menambahkan, mereka akan direkrut dari orang-orang yang sudah pernah berhaji. Biasanya, yang dimintai untuk badal haji adalah para mukimin atau pihak lain yang lolos rekrutmen.

"Rekrutmen ini dalam rangka menggali kesiapan dan kesanggupan yang membadalkan terhadap yang dibadalkan," terang Aswadi.

Pada musim haji tahun lalu, ada ratusan jemaah haji yang dibadalhajikan. Setelah itu, tim Daker akan mendokumentasikan prosesi badal haji dalam bentuk sertifikat, foto dan nama pembadal haji.

"Sertifikat kita berikan kepada kloter dan untuk disampaikan kepada keluarga. Inilah orang yang membadalkan itu. Satu orang badal untuk satu orang meninggal," terangnya.

Pemerintah tidak melayani badal haji bagi mereka yang meninggal di luar ibadah haji tahun ini. Bagi para keluarga atau jemaah yang akan membadalkan keluarganya, disarankan untuk dikoordinasikan sendiri.

Syamsul, salah seorang mukimin di Arab Saudi bercerita, badal haji menjelang wukuf biasanya menjadi perbincangan di kalangan WNI yang tinggal di Saudi. Ada yang ikut program rekrutmen Kemenag atau ada juga yang menjalani komunikasi dengan jemaah yang mencari pembadal haji. Tarifnya dia tak bisa memastikan, tergantung kesepakatan antara orang yang meminta dan para pembadal. Yang jelas, program badal oleh pemerintah dipastikan gratis. Tidak akan membebani jemaah atau keluarganya.



Hingga Selasa (16/8) pagi waktu Saudi, ada 7 jemaah haji yang wafat. Berikut datanya:

1. Senen bin Dono Medjo (79). Laki-laki. Kloter 007 Embarkasi Surabaya
2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Perempuan. Kloter 002 Embarkasi Aceh
3. Nartina binti Sabri Hasan (47). Perempuan. Kloter 006 Embarkasi Batam
4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Perempuan. Kloter 004 Embarkasi Aceh
5. Dijem Djoyo Kromo (53). Perempuan. Kloter 18 Embarkasi Solo
6. Sarjono Bin Muhammad (60). Laki-laki. Kloter 006 Embarkasi Batam
7. Oom Eli Asik (66). Perempuan. Kloter 003 Embarkasi Jakarta-Bekasi. (mad/aan)


Berita Terkait