Pemerintah Tetap Tawarkan Otonomi Khusus pada GAM
Sabtu, 26 Mar 2005 14:07 WIB
Jakarta - Pemerintah memastikan akan menghadiri dialog informal dengan GAM di Helsinki pada 11 April 2005. Dalam pertemuan itu, pemerintah tetap menawarkan opsi otonomi khusus pada GAM."Kemungkinan besar pemerintah akan datang," kata Menkom Info Sofyan Djalil usai seminar bertajuk 'Peran Media Penyiaran dalam Penanganan Bencana Alam' di Hotel Millennium, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Sabtu (26/3/2005).Menurutnya, pemerintah akan menyelesaikan masalah Aceh dalam konteks otonomi khusus. "Kalau kita lihat sebenarnya UU Otonomi Khusus luar biasa dan ini telah dimungkinkan untuk dilakukan di Aceh," ujarnya.Bukankah GAM meminta kedaulatan sendiri?"Bukan kedaulatan sendiri. Tetapi istilah mereka self government. Kita akan lihat apa sebenarnya self government itu. Self government dalam konteks RI adalah otonomi khusus itu bahasa lainnya self governmnet," ungkap Sofyan."Mereka (GAM) menolak istilah otonomi khusus dan mengajukan istilah lain self government. Kalau artinya merdeka, kita tidak akan membicarakan karena itu bukan opsi," imbuhnya.Lebih lanjut, dia mengatakan apabila RI dan GAM sepakat mengenai otsus maka pembahasan akan membicarakan substansi. "Seperti, masalah amnesti, rekonstruksi, kompensasi, maslah bagaimana mereka kembali ke masyararat dan membagun Aceh pasca bencana," papar dia.
(aan/)











































