"Itu kan pilihan orang lain. Kalau kita menilai maka ya tidak etis," kata Ketua Badan Pemenangan Pemillu DPD PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono, saat berbincang, Selasa (16/8/2016).
PDIP adalah partai dengan jumlah kursi terbanyak di DPRD DKI, yakni 28 kursi, dan merupakan satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi. PDIP meyakini wacana Sandiaga-Saefullah itu muncul karena PDIP belum mengumumkan calonnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ini, kata dia, PDIP belum menentukan siapa gerangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung untuk menantang petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), atau juga entah mendukung Ahok atau tidak nantinya. Namun Gembong tak mau terlalu jauh berkomentar soal kekuatan Sandiaga-Saefullah, apakah sebanding dengan Ahok atau tidak.
"Yang pasti sebanding kalau PDIP sudah menentukan pilihannya," ujar Gembong.
Tujuh partai koalisi kekeluargaan yakni PDIP, Partai Gerindra, PPP, Partai Golkar, PKS, Partai Demokrat, dan PAN. Sebelumnya, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menyatakan harapannya agar Sandiaga-Saefullah bisa diterima koalisi kekeluargaan.
"Sekarang Sandiaga Uno pasti, Insya Allah 6 partai sepakat. Berkembang (sekarang) Sandiaga Uno-Saefullah. Sandi-Saefullah untuk Jakarta beradab. Mantap sudah pasti jadi," kata Taufik, Senin (15/8) kemarin.
(dnu/dnu)











































