Saat Bendera Pusaka Diantarkan dengan 'Ritual' ala Purwakarta

Saat Bendera Pusaka Diantarkan dengan 'Ritual' ala Purwakarta

Tri Ispranoto - detikNews
Selasa, 16 Agu 2016 00:24 WIB
Saat Bendera Pusaka Diantarkan dengan Ritual ala Purwakarta
Bupati Dedi dalam prosesi pengukuhan dan turun bendera (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Purwakarta - Dua hari jelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 tahun atau tepatnya Senin (15/8/2016) petang, Pemkab Purwakarta menggelar 'ritual' penurunan bendera pusaka merah-putih dari Gedung Negara Bale Nagri untuk diserahkan pada anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) dan pengiring yang baru dikukuhkan sebagai pasukan pengibar bendera pada Rabu 17 Agustus mendatang.

Acara yang dimulai sekira pukul 20.30 WIB itu diawali dengan tarian pengiring Dangiang Ki Sunda yang terdiri dari para penari wanita dan pria di Pendopo Kabupaten Purwakarta. Para penari dengan apik memadukan gerak tubuh dengan suara gamelan yang ditabuh tepat di depan mereka.

Para penari dalam prosesi (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)


Usai menari mereka pun beriring memasuki halaman Bale Nagri yang berhadapan dengan Pendopo. Tepat di mulut Bale Nagri, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, beserta unsur muspida dari TNI, Polri, Kejaksaan, dan DPRD berjajar untuk menyerahkan bendera pusaka merah-putih milik Pemkab Purwakarta yang terbungkus sebuah kotak kayu berwarna cokelat.

Kotak berisi bendera pusaka yang diserahkan oleh penari berbaju hijau itu pun diterima oleh Dedi. Kemudian salah seorang anggota paskibra wanita maju ke depan Bale Nagri untuk menerima kotak tersebut. Usai menerima anggota paskibra itu pun kembali masuk ke barisan untuk membawa kotak tersebut ke lokasi acara pengukuhan paskibra dan para pengiring yang berada di depan Taman Maya Datar.

Dengan iringan para paskibra dan anggota TNI yang membawa salvo, kotak itu pun dibawa ke Taman Maya Datar. Tak lupa para penari yang semula melenggok pun berjajar rapi mengiringi kepergian kotak tersebut dengan taburan bunga di sepanjang jalan menuju taman.



Setelah berada di depan taman, kotak itu pun disandingkan tepat dengan bendera merah putih yang berdiri tegak di sampingnya. Sebelum resmi dikukuhkan para anggota paskibra dan pengiring satu persatu maju untuk mencium bendera dan menghormat pada kotak yang berisi bendera pusaka.

Acara pun berlanjut dengan sambutan Bupati Dedi dan prosesi pengukuhan para anggota paskibra dan pengiringnya yang berjumlah kurang lebih 100 orang. "Saya kukuhkan saudara2 jadi pengibar bendera pusaka dan pengiring bendera pusaka pada tanggal 17 agustus. Keberhasilan anda adalah kebahagiaan rakyat purwakarta. Kibarkanlah sangsakala merah putih dan semayamkan sangsaka merah putih di hati anda. Anda adalah putra putri terbaik purwakarta dan putra putri terbaik indonesia," ucap Dedi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Usai pengukuhan acara pun berlanjut dengan hiburan dari Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITB yang membawakan sejumlah lagu-lagu daerah. Tak hanya itu artis ibu kota, Charlie 'Setia Band' pun turut memeriahkan acara dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan ciptaan Ismail Marzuki.

Setelah acara hiburan berakhir, prosesi pengukuhan pun berlanjut dengan dibawanya kembali kotak berisi bendera pusaka untuk diserahkan pada para anggota paskibra dan pengiring yang akan melakukan upacara pengibaran pada Rabu 17 Agustus mendatang. Kotak tersebut pun langsung diiring menuju Museum Digital Diorama Purwakarta sebelum akhirnya pada Rabu nanti akan dibawa ke Taman Pasanggrahan Padjajaran untuk dikibarkan dalam upacara bendera (dnu/dnu)


Berita Terkait