"Saya ikut dari Depok. Alhamdulillah saya diberi kepercayaan untuk nasional," kata Gloria yang ditemui di asrama di Cibubur, Jakarta, Senin (15/8/2016).
Gloria kemudian bertutur, selama ikut Paskibraka, banyak pelajaran dan pengalaman yang didapatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gloria mengaku ayah dan ibunya terus memberikan dukungan. Bahkan ayahnya tetap meminta dia agar tetap semangat.
"This is one life time, ini sekali seumur hidup, makanya saya sedih. Karena saya nggak bisa ulangi masa-masa ini. Saya sudah di nasional, saya tidak me-regret keputusan saya. Ah, kenapa sih kalian nggak dari awal saya melarang untuk ikut, tapi nggak begitu. Di sini banyak hal, kapan lagi bisa ngetok pintu sebelah sudah beda logat," tutur dia.
"Saya disini mencoba mengahargai keputusan menhan. Karena bagaimanapun merekalah yang mengatur konstitusi Indonesia. Meskipun sedih, aku sih nggak patah semangat. Ketika pak Imam (Menpora) mau bantu saya, pasti masih ada setitik harapan di hati saya. Masih H minus beberapa hours nggak boleh patah semangat," tutupnya lagi dengan senyum. (dra/dra)










































