Selundupkan Ribuan Benih Lobster ke Vietnam, WN Taiwan Ini Ditangkap Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 15 Agu 2016 19:05 WIB
Foto: Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie jumpa pers kasus penyelundupan ribuan benih lobster oleh WN Taiwan (Istimewa)
Jakarta - Polres Jakarta Barat menangkap seorang pria WN Taiwan Chen Chun Ming bersama istrinya VN di sebuah diskotik di kawasan Jakarta Pusat. Pria tersebut ditangkap karena menjual ribuan benih lobster ke Vietnam.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie mengatakan, penangkapan tersangka atas permintaan PPNS SDKP Kementerian Perikanan dan Kelautan Labuhan Lombok.

"Kami hanya memback up PPNS SDKP Kementerian Perikanan dan Kelautan Labuhan Lombok terkait pelaku yang kabur ke wilayah Jakarta. Dia ini dicari oleh PPNS SDKP KKP karena mengedarkan ribuan benih lobster ke Vietnam," jelas Roycke kepada detikcom, Senin (15/8/2016).

Tersangka ditangkap bersama istrinya, VN di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Tamansari, Jakarta Pusat pada Sabtu (13/8) sekitar pukul 04.00 WIB.

"Karena kasus ini sudah ditangani oleh PPNS KKP Lombok sana, penyidikan soal peredaran lobster ditangani PPS KKP," imbuhnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan atase kepolisian Taiwan di Indonesia. "Dari informasi tersebut kami mendapatkan informasi bahwa WNA Taiwan atas nama Chen Chun Ming adalah salah satu buronan Polisi Taiwan karena terlibat beberapa kejahatan di negara Taiwan," tutur Roycke.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakbar AKBP Didik Sugiarto menjelaskan, tersangka diburu oleh PPNS SKDP Lombok atas pelanggaran Pasal 88 dan atau 100 UU RI No 31 Tahun 2004 sebagaimana diubah dengan UU RI No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

"Tersangka ini mengedarkan benur lobster tidak sesuai ketentuan sebanyak 2.116 ekor dengan menggunakan perusahaaannya CV Lombok Lobster," ujar Didik.

Usai ditangkapnya tersangka, polisi kemudian menggeledah kamar di sebuah hotel di kawasan Tamansari, Jakbar dan di sebuah perumahan di kawasan Jakarta Barat yang menjadi tempat penginapan tersangka dan istrinya itu. Di situ, polisi menemukan dokumen travel khusus WNA atas nama Chen Chun Ming.

"Tersangka ini memalsukan identitas kewarganegaraan Indonesia. Padahal dia WN Taiwan, tetapi ada beberapa data kependudukan tersangka atas nama David Tan yang mengaku sebagai WNI dan lahir di Medan, Sumatera Utara," jelas Didik.

Menurut Didik, tersangka terakhir datang ke Indonesi pada tahun 2013 silam. Kemudian tersangka mengalami overstay, dan tiba-tiba membuat data-data palsu seolah-olah sebagai WNI.

"Kemudian dengan data palsu ini tersangka menikahi WNI, lalu dia membut perusahaan lobster di Lombok itu dengan data-data dia sebagai WNI yang dipalsukan," ungkapnya.

Atas pemalsuan dokumen ini, tersangka juga diduga melanggar administrasi kependudukan yaitu memberikan informasi yang tidak benar kepada petugas kependudukan sebagaimana dimaksud pasal 93 dan atau 97 UU No 23 tahun 2006 sebagaimana diubah dengan UU No 24 tahun 2013 sebagaimana diubah dengan UU No 9 tahun 2015.

"Dan berdasarkan informasi dari KKP juga merupakan DPO dari beberapa kasus penyelundupan benur lobster ke luar negeri, di antaranya ke Vietnam. Dia mengumpulkan benur lobster ini dari nelayan yang dikumpulkan di pengepul, kemudian dijual lagi oleh tersangka," paparnya.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti selembar KTP atas nama Kevin Tan kelahiran Medan, 11 November 1976, selembar KTP atas nana David Tan kelahiran Medan, 27 September 1976 dan 1 buah dokumen travel atas nama Chen Chun Ming kewarganegaraan Taiwan, 1 buah buku nikah David Tan dan VN, 1 buah Kartu Keluarga David Tan dan istri.

"Untuk tindak lanjutnya, kami membuat LP terkait tindak pidana di bidang kependudukan dan dilakukan proses penyidikan lebih lanjut," pungkasnya. (mei/hri)