"Kita serahkan ke cagub. Kita tidak menyodorkan. Semua diserahkan ke Pak Ahok. Pasangan yang sudah harmonis, prestasi sudah dicapai, kenapa tidak dipertahankan?" kata Sekjen Golkar Idrus Marham di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016).
Idrus menilai kinerja Ahok-Djarot hingga saat ini sudah cukup baik. Tapi untuk 'meminang' Djarot, Golkar masih menunggu resti PDIP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemikiran untuk tetap menduetkan Ahok-Djarot adalah pemikiran objektif. Gagasan itu diambil meski Djarot bukanlah kader Partai Golkar.
"Kita berpikir objektif. Pasangan yang sudah berjalan, harmonis, prestasi dicapai, mengapa tidak kita teruskan meski yang bersangkutan tidak dari partai kita," ucap Idrus.
Beberapa hari terakhir memang berembus kabar PDIP akan mendeklarasikan pasangan Ahok-Djarot. PDIP menepis kabar tersebut namun Djarot menyebut berbagai kemungkinan bisa terjadi.
Sementara itu, Ahok hanya menjawab sekenanya ketika ditanya apakah akan kembali berpasangan dengan Djarot. "(Saya) masih pasangan sama Pak Djarot, sampai Oktober 2017 kok. Lu pengen gue selingkuh?" jawab Ahok.
(imk/van)











































