"Apakah Anda pernah meneliti orang membeli kopi?" tanya Otto ke Ratih dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jl Bungur Besar Raya, Senin (15/8/2016).
Ratih langsung menjawab pertanyaan tersebut. Menurut Ratih, dia tidak pernah meneliti orang membeli kopi secara resmi. Tetapi dia pernah melakukan observasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otto kembali bertanya soal pernyataan Ratih yang mengatakan sikap Jessica tidak lazim saat Mirna meninggal.
"Saudara sebut kalau ada orang meninggal pasti ditolong, saudara punya parameter apa?"
"Teori autorism, teori tentang manusia normal di mana manusia melihat orang lain butuh pertolongan pasti akan membantu dan itu umum," jawab Ratih.
Otto juga mempertanyakan, apakah mungkin dalam sebuah ruangan lalu tiba-tiba ada orang yang meninggal, dan orang dalam ruangan tersebut bersikap sama.
"Apakah mungkin dalam peristiwa kritis, ada seseorang meninggal di dalam ruangan ada beberapa orang sikapnya beda-beda. Misalnya, si A nangis, si B diam, si C sibuk telepon?" ucapnya.
Ratih pun langsung menjawab hal itu mungkin saja terjadi. "Bisa saja terjadi," jawab Ratih.
"Kalau itu memungkinkan, lalu kenapa saudara mengatakan bahwa perilaku Jessica yang diam diri saat Mirna meninggal itu aneh?" Timpal Otto.
Sidang antara Ratih dengan Otto memang berlangsung 'sengit', beberapa kali jaksa penuntut umum keberatan atas pertanyaan Otto kepada Ratih dianggap tidak relevan. Hingga pukul 15.00 WIB, sidang masih berlangsung. (rvk/fdn)











































