Ikrar: Formatur Tunggal atau Jamak Tak Jamin PDIP Utuh

Ikrar: Formatur Tunggal atau Jamak Tak Jamin PDIP Utuh

- detikNews
Sabtu, 26 Mar 2005 10:30 WIB
Jakarta - Desakan agar Dewan Pengurus Nasional (DPN) PDI Perjuangan tidak disusun oleh formatur tunggal dinilai tidak bisa menjamin partai tersebut akan tetap utuh. Pasalnya, formatur jamak juga tetap akan memungkinkan PDIP pecah."Tidak ada jaminan kalau formatur jamak membuat PDIP akan makin baik karena bisa jadi ketua umum justru tidak mengakar dalam kepengurusan itu," ujar pengamat politik dari LIPI, Ikrar Nusa Bhakti, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (26/3/2005).Menurutnya, hal itu dimungkinkan jika setiap anggota formatur membawa gerbongnya dalam menyusun kepengurusan mendatang. "Kepengurusan nanti bisa tidak jalan karena tidak ada kedekatan emosional dan individual antar pengurus. Kalau itu terjadi maka PDIP akan makin terpuruk," tandasnya.Memang, kata dia, tradisi formatur tunggal dan hak prerogatif sebaiknya ditinggalkan dalam kongres mendatang. Meski demikian, aturan mengenai masalah itu, lanjut Ikrar, harus diatur secara rinci. "Hak prerogatif harus sudah dibatasi karena selama ini hak itu sering disalahgunakan orang-orang di sekeliling Mega. Dan penyusunan pengurus juga harus dengan aturan yang ketat," tandasnya.Mengenai adanya pertarungan politik antara kubu Mega dan anti Mega, menurut Ikrar, hal tersebut adalah wajar. Namun, harus diantisipasi jangan sampai perbedaan tersebut meruncing sehingga menyebabkan perpecahan."Kalau sampai terjadi keretakan internal maka akan jadi lahan subur intervensi dari luar. Apalagi pemerintah memang punya kepentingan terhadap PDIP," tukasnya.Untuk itu, ujar Ikrar, masing-masing pihak harus menyadari untuk mendahulukan kepentingan partai. "Budaya politik orba yang membuat partai baru kalau tidak setuju ide tertentu sudah saatnya ditinggalkan. Bukan jaminan, partai baru itu juga akan membawa kebaikan partai," tandasnya.Menjelang kongres PDIP di Bali pekan depan, situasi politik dalam partai terus memanas. Bahkan, beberapa pihak mengancam akan hengkang dari PDIP jika Megawati tetap dipertahankan sebagai ketum, adanya hak prerogatif dan formatur tunggal dalam kongres mendatang.Sedikitnya ada 3 kubu yang akan 'memanasi' kongres nanti. Mereka adalah kubu pro mega yang dicitrakan pro status quo, kubu gerakan pembaruan yang dimotori Arifin Pangoro dan Laksamana Sukardi cs dan terakhir kubu pemurnian PDIP yang dimotori Kwik Kian Gie.Kubu gerakan pembaruan lebih menginginkan Mega tidak lagi memimpin PDIP, formatur tunggal dan hak prerogatif dihapus. Untuk calon ketum, kelompok ini mengusulkan beberapa nama seperti Guruh Soekarnoputra, Arifn Panigoro dan Sophan Sopiaan.Sementara, kubu Kwik lebih menginginkan gangs of three yakni Pramono Anung, Gunawan Wirosarojo dan Sutjipto tidak lagi dipakai dalam kepengurusan mendatang. Pasalnya, 3 orang ini dinilai yang menjadi penyebab kekalahan PDIP dan Megawati dalam pemilu lalu. (ton/)


Berita Terkait