detikNews
Senin 15 Agustus 2016, 12:33 WIB

Tolak Tarif Baru, Ratusan Driver Go-Jek di Yogya Mogok

Edzan Raharjo, - detikNews
Tolak Tarif Baru, Ratusan Driver Go-Jek di Yogya Mogok Foto: edzan/detikcom
Yogyakarta - Perusahaan ojek online PT Go-Jek Indonesia memberlakukan sistem tarif baru. Sistem baru ini direspons oleh Driver Go-Jek di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan penolakan.

Ratusan driver Go-Jek pun menggelar aksi demo menolak sistem baru tersebut yang digelar di kantor perwakilan Go-Jek DIY di Jl Tentara Zeni Pelajar Yogyakarta, Senin (15/8/2016).

Dengan duduk tertib, para driver Go-Jek mendengarkan orasi dari teman-teman mereka. Sejumlah perwakilan driver Go-Jek masuk ke dalam kantor menemui pimpinan kantor perwakilan Go-Jek DIY.

Sistem baru PT GO-JEK melalui versi 100 dinilai merugikan dan mempersulit kinerja driver. Driver Go-Jek merasa lebih nyaman dengan sistem lama sistem 98 karena dinilai berpihak pada driver.

"Pendapatan turun drastis dengan aturan yang baru ini. Kami ingin kembali seperti semula. Untuk sementara kami nggak jalan dulu," kata driver Go-Jek, Ibu Tatik Arif (48) di kantor perwakilan Go-Jek Yogyakarta.

Sebelum ada aturan baru, Tatik mengaku bisa mengantongi Rp 200-300 Ribu per hari. Pekerjaan sebagai Go-Jek masih bisa disambi sebagai ibu rumah tangga di rumah.

Driver Go-Jek lain, Heru Budianto (72) mengatakan dengan aturan baru pendapatanya turun 70 persen. Sebelumnya, setiap kali dapat order dengan jarak 6 KM mendapat Rp 15 ribu dan di potong Rp 3 ribu. Sekarang dapat Rp 15 ribu di potong Rp 7 ribu

"Dulu masih bisa rasakan pendapatan, sekarang tidak bisa. Sekarang nggak cukup untuk makan, minum, bensin, pulsa, kita sudah banyak keluar untuk itu," kata Budi.

Driver Go-Jek seluruh DI Yogyakarta mendesak PT GO-JEK Indonesia melakukan; peninjauan kembali terhadap tarif dasar minimum dan tarif pe KM karena dinilai merugikan driver, penghapusan fitur performa harian driver karena merugikan dirver dan telah mengambil hak-hak driver berupa bonus poin karena sistem kalkulasi penilaian tidak jelas dan tidak adil.

Mengembalikan fitur setting range pilihan jasa mulai dari GO-RIDE, GO-SEND, GO-FOOD, GO-MART, GO-SHOP dan sebagainya karena terkait dengan Passion dari masing-masing dirver yang berbeda di setiap layanan serta range modal karena hal ini terkait modal setiap driver berbeda-beda.

Para driver Gojek di Yogyakarta tidak beroperasi dari tanggal 15-19 Agustus ini sambil menunggu keputusan PT GO-JEK Indonesia di Jakarta. Jumlah dirver GOJEK di wilayah DIY sendiri kini mencapai 2000an driver yang tersebar di DIY.
(dra/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed