Arcandra Tahar bisa berkuliah ke Amerika Serikat (AS) lantaran disekolahkan PT Timah (Persero) Tbk. Arcandra yang merupakan lulusan sarjana dari ITB itu direkrut PT Timah dan dikuliahkan S2 ke Texas A&M University.
Hal itu disampaikan senior Arcandra di PT Timah yang bernama Dwi Barto ketika berbincang dengan detikcom, Senin (15/8/2016). Arcandra bekerja di PT Timah sejak 1976 hingga akhirnya pensiun di tahun 2007.
Dwi menjawab tentang isu yang menyebutkan bahwa Arcandra mangkir dari ikatan dinas PT Timah lantaran telah dikuliahkan ke Amerika. Dwi menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.
Menurut Dwi, Arcandra ke AS untuk kemudian disiapkan mengurusi proyek Pusat Riset Teknologi Kelautan yang tengah diinisiasi PT Timah saat itu. Namun di tahun 1998 ketika seharusnya Arcandra pulang ke Indonesia, pusat riset itu gagal diwujudkan sehingga PT Timah membebaskan Arcandra dan 3 temannya, apakah kembali ke Indonesia atau berada di Amerika tanpa harus membayar ganti rugi.
Arcandra pun, disebut Dwi, tetap bertahan di Amerika. Di saat yang bersamaan pun, pemerintah Amerika saat itu memberikan beasiswa kepada Arcandra dan 3 temannya hingga lulus S3. Sejak saat itu Arcandra berada di Amerika.
Berikut wawancara detikcom dengan Dwi melalui sambungan telepon:
- Bagaimana Bapak mengenal Arcandra?
Pak Arcandra itu kan dulu beasiswa PT Timah. Saya lebih senior. Saya masuk PT Timah sejak 1976, Pak Arcandra tahun 1996, jadi beda 20 tahun. Jadi beliau itu direkrut PT Timah dalam rangka pembentukan proyek pusat riset teknologi kelautan, kalau bahasa Inggrisnya, Ocean Engineering Research Center
- Kemudian?
Ya karena sama-sama disekolahkan di sana (AS). Saya lebih dulu kuliah di Amerika tahun 1994, saya kan lebih senior, saya kuliah dulu tahun 1994 sampai 1996 di Colorado School of Mine, Golden Colorado. Kemudian staf-staf yang akan dimasukkan dalam pusat riset itu baru direkrut belakangan, salah satunya Pak Arcandra
- Bapak kuliah di AS tahun 1994. Kalau Arcandra tahun berapa di AS?
Jadi Pak Arcandra itu mulai masuk kuliah tahun 1996. Jadi saya kuliah di Amerika 1994-1996, begitu hampir lulus, staf-staf yang direkrut itu tahun 1996 baru ditugasbelajarkan di Amerika
- Bapak di AS 2 tahun. Apakah Arcandra juga seharusnya 2 tahun?
Ya betul. Jadi tahun 1996-1998 kan Pak Arcandra dikuliahkan PT Timah untuk proyek pusat riset itu kan ya. Beliau kan lulusan ITB, jadi di ITB sudah S1, terus kemudian tugas belajar kuliah di Texas A&M University, itu untuk ambil S2, jadi 2 tahun kan S2, dari 1996-1998. Nah pas tahun 1998 terjadi krismon, nah PT Timah juga kena dampak krismon waktu itu jadi pusat riset itu yang direncanakan itu dibatalkan, tidak jadi dibentuk. Nah terus karyawan yang direkrut yang tugas belajar di Amerika saat itu, oleh direksi PT Timah diberi kebebasan, apakah dia akan kembali ke PT Timah, atau dia tidak kembali ke PT Timah tanpa PT Timah menuntut ganti rugi, artinya dibebaskan kalau dia tidak kembali tidak masalah. Nah Pak Arcandra itu salah satu yang dia memilih tidak kembali dan kebetulan waktu itu pemerintah Amerika membuat kebijaksanaan karena krismon di Indonesia, maka mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Amerika, biaya kuliahnya dibiayai oleh pemerintah Amerika, jadi beliau mengambil kesempatan itu, saya kira. Karena sudah lulus S2, dia mengambil kesempatan ke S3 di sekolah yang sama. Nah itulah jadi kayaknya beliau sejak 1996 lepas dari PT Timah kemudian melanjutkan S3 di Texas A&M, itu dia berada di sana. Jadi 1996 sampai 2016, 20 tahun ya, kira-kira itulah yang saya tahu
- Apakah sejak saat itu Bapak intens berkomunikasi dengan Arcandra?
Ah enggak. Sejak itu sudah putus karena saya kembali ke Indonesia sejak 1996
- Lalu bagaimana Bapak tahu cerita Arcandra memilih terus tinggal di Amerika?
Kan mereka dengan teman-temannya memang tidak kembali
- Ada berapa orang?
Oh ada 5 orang. Yang 4 orang itu ambil S2, yang 1 orang ambil S3. Nah yang kembali ke PT Timah itu yang S3, yang lainnya itu tidak kembali, mereka melanjutkan S3 di Amerika
- Jadi sisa 4 orang di Amerika termasuk Arcandra. Apakah mereka kuliah di tempat yang sama kemudian?
Kurang tahu, kalau saya lihat di situs mereka. Mereka itu semuanya lulus S3 setelah itu enggak tahu ke mana. Mereka sudah lulus S3 semua dengan biaya pemerintah Amerika
- Bapak tahu tentang kabar bahwa Arcandra berkewarganegaraan ganda?
Oh enggak, enggak tahu sama sekali saya
- Jadi soal isu yang menyebut Arcandra mangkir dari ikatan dinas PT Timah itu bagaimana?
Jadi pengertiannya kan dia kan melanjutkan studi, ya sudah, begitu studinya selesai, soal kembali atau enggak kan urusan pribadi yang bersangkutan. PT Timah memberikan kebebasan saat itu dan tidak meminta ganti rugi sama sekali. Ya memang beruntung dia ada kebijakan pemerintah Amerika seperti itu
- Bapak sendiri kembali ke PT Timah?
Saya kembali 1996 kan ke PT Timah menyiapkan pusat riset itu sembari menunggu mereka pulang
- Bapak masih bekerja di PT Timah?
Oh saya sudah pensiun sejak 2007 (dari PT Timah). (Domisili) di Jakarta
- Sebelum kembali ke Indonesia di tahun 1996, Bapak bertemu Arcandra?
Oh masih kan satu kuliah, sempet ketemu
- Ketika Bapak kembali ke Indonesia masih kontak-kontakan dengan Arcandra?
Masih sempat kontak-kontakan saja urusan studi. Ya mereka hanya kuliah saja di situ karena mendapat beasiswa dari pemerintah Amerika
- Siapa saja teman-teman Arcandra yang saat itu tetap memilih di AS?
Alwin Albar itu yang ambil S3, yang ambil S2 itu Arcandra, Prahoro, Victor Ginting, dan Olga Pattiwaeiz. Itulah 4 orang yang S2 dan 1 orang yang S3
- Kemudian Bapak tahu kabar orang-orang itu ke mana saja?
Akhirnya saya lacak aja di internet kalau saya. Kalau Victor Ginting jadi profesor matematika di Universitas Wyoming, Prahoro Vice President-nya Petroneering, jadi Presiden Petroneering kan Arcandra, vice president-nya Prahoro, kalau Olga jadi dosen Teknik Sipil di Maranatha Bandung,
- Yang Alwin yang S3 di mana?
Dia kembali (ke Indonesia) tahaun 1999 dan bekerja di PT Timah sampai sekarang (dhn/fjp)











































