detikcom berkesempatan menyapa Anies, Selasa (9/8) pekan lalu di kediamannya yang asri di wilayah Jakarta Selatan. Kami diberi kesempatan wawancara pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
![]() |
Pukul 13.30 WIB kami meluncur dari Warung Buncit menuju kediaman Anies yang terletak di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Kami berangkat lebih cepat dengan asumsi jalanan padat. Namun ternyata lalu lintas di wilayah Jakarta Selatan lebih ramah hari itu. Kami tiba lebih cepat, masuk wilayah Lebak Bulus sekitar pukul 14.10 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perjalanan menuju kediaman Anies -- setelah melalui perumahan berisi rumah-rumah besar -- kami sempat menghentikan mobil tepat di depan Jalan Lebak Bulus Dalam II. Alasannya sederhana, jalan itu hanya muat satu mobil. Asumsi kami, Anies Baswedan tinggal di lokasi strategis dengan akses jalan lebar. Namun setelah kami masuk ke jalan itu, dan bertanya kepada satpam, ternyata kediaman cucu tokoh perjuangan kemerdekaan AR Baswedan ini benar ada di situ.
Tiba di gerbang rumah pukul 14.20 WIB, kami disambut satpam yang berjaga di gerbang masuk mobil. Penumpang mobil dipersilakan turun di situ, lalu diarahkan ke rumah joglo yang terdapat di bagian tanah lebih tinggi dibandingkan gerbang itu. Ya benar, rumah Anies berbentuk joglo.
Atap rumah joglo Anies Baswedan (Rengga Sancaya/detikcom) |
Di depan rumah joglo, kami disambut asisten rumah tangga, dipersilakan menunggu sang empunya rumah di dalam bangunan berukuran sekitar 10 x 9 meter persegi itu. Di dalam joglo itu terdapat set kursi anyaman rotan yang terlihat sudah tua, lukisan Soekarno-Hatta sedang berbincang akrab, lukisan AR Baswedan, lukisan anak-anak berinisial KHB (kemungkinan inisial anak ketiga Anies, yaitu Kaisar Hakam Baswedan), rak horizontal berisi buku-buku dengan penomoran rapi, dan beberapa kipas angin mengelilingi ruangan.
Dari jendela yang ada di joglo itu, terlihat luasnya tanah kediaman Anies Baswedan. Belakangan diketahui luas tanahnya 1.600 meter persegi. Kontur tanahnya unik, karena terdapat beda tinggi, sisi pinggir jalan lebih tinggi dari halaman belakang. Menurut sang empunya rumah, beda titik tertinggi dengan titik terendah mencapai 4 meter. Joglo itu merupakan bagian atas sebuah rumah dua lantai. Anies dan keluarganya tinggal di lantai bawah, sedangkan lantai atas difungsikan untuk menerima tamu.
Wawancara dengan Anies Baswedan (Rengga Sancaya/detikcom) |
Menunggu sekitar 20 menit, Anies Baswedan muncul dari tangga. Mengenakan kemeja dengan warna dominan putih dan merah bata, celana bahan, sepatu kulit kasual, dan kaca mata, Anies menyapa dan menyalami kami. Dia terlihat bersemangat, segar dan ceria. Tak ada tanda-tanda kesedihan seseorang yang baru kehilangan jabatan.
Anies lalu mempersilakan kami duduk di set kursi anyaman rotan yang berada di tengah ruangan. Kami berbicang ringan. Anies bercerita soal rumah joglonya, dari mulai proses mendapatkan tanah rumah itu, hingga proses pembangunan joglonya yang terbilang unik. Cerita lebih lengkap soal rumah Anies akan kami ungkap dalam artikel berjudul "Menengok Rumah Joglo Anies Baswedan di Jakarta Selatan" dan "Filosofi Rumah Joglo Anies Baswedan".
Di tengah perbincangan santai, Anies mengajak kami turun menengok ruang-ruang lain di rumahnya. Di lantai bawah terdapat istrinya, Fery Farhati, yang sedang menemani tamu lain. Fery lalu menyalami kami dengan ramah, lalu kembali menemani tamu. Anies mengajak kami berkeliling, melihat sudut-sudut rumahnya yang unik. Di salah satu ruang, yaitu kamar anak-anak, terdapat anak keduanya, Mikail Azizi Baswedan, sedang tertidur lelap.
Anies Baswedan dan istrinya Fery Farhati (Rengga Sancaya/detikcom) |
Kami lalu diajak melihat halaman belakang. Dari situ terlihat ternyata ada dua joglo lain, selain joglo yang menjadi bangunan utama. Setelah berkeliling halaman belakang, kami kembali ke rumah joglo utama dan kembali berbincang sambil duduk di kursi anyaman rotan. Wawancara pun dimulai dari titik itu.
Wawancara mengalir mulai dari soal reshuffle, hingga bahasan yang ringan-ringan, seperti hobi dan kegiatan Anies Baswedan. Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-JK ini menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam suasana yang santai, diiringi kicau burung dan bunyi rintik hujan yang turun di Jakarta Selatan kala itu. Beberapa topik tampaknya membuatnya bersemangat, seperti saat Anies menjelaskan soal awal mula dia terlibat di Pilpres 2014. Posisi duduknya diubah tak lagi bersandar, membuatnya terlihat menjadi lebih antusias saat bicara soal Jokowi.
Anies Baswedan menjelaskan soal reshuffle hingga kegiatannya (Rengga Sancaya/detikcom) |
Wawancara juga diselingi interupsi dari anak ketiga Anies Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan. Pelajar kelas 6 SD itu mendatangi pria yang disapanya Abah itu dan mengajak bermain othello. Anies tak menolak. Dia melayani permintaan Kaisar sambil tetap melanjutkan wawancara.
Kaisar yang hadir di tengah kami pun jadi sasaran untuk ditanya. Sambil tertawa, dia mengaku senang Abahnya tak lagi jadi menteri, sehingga lebih punya banyak waktu di rumah.
Kaisar juga sempat bercerita soal rutinitas bermain othello di keluarganya. Dia mengatakan sang Abah tak pernah menang melawannya. Anies tersenyum mendengar klaim itu. Pada akhir permainan, Anies dikalahkan Kaisar.
Anies dan Kaisar (Rengga Sancaya/detikcom) |
Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, namun Anies tak mencoba menghentikan perbincangan. Wawancara terus mengalir dalam perbincangan yang tak sepenuhnya bisa diberitakan. Untuk beberapa materi, ada juga yang diminta supaya off the record. Hingga akhirnya wawancara benar-benar dicukupkan pukul 17.00 WIB.
Penasaran isi wawancara detikcom dengan Anies Baswedan? Ikuti artikel-artikel "Menyapa Mantan Menteri Anies Baswedan" setelah ini.
(tor/dhn)













































Atap rumah joglo Anies Baswedan (Rengga Sancaya/detikcom)
Wawancara dengan Anies Baswedan (Rengga Sancaya/detikcom)
Anies Baswedan dan istrinya Fery Farhati (Rengga Sancaya/detikcom)
Anies Baswedan menjelaskan soal reshuffle hingga kegiatannya (Rengga Sancaya/detikcom)
Anies dan Kaisar (Rengga Sancaya/detikcom)