"Gempa bumi Sumba Barat ini merupakan jenis gempa bumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar lokal yang aktif di dasar laut sebelah selatan Pulau Sumba," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya, Minggu (14/8/2016).
Hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan cukup kuat, hingga mengejutkan warga Sumba Barat seperti di Guluwatu, Pero, Bondokodi, Paronaberoro, Lambatama, Pradapare, dan Waimakaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara tektonik Pulau Sumba memiliki orientasi yang unik dan asal-usul pembentukannya hingga ini masih dalam debat pro dan kontra, karena letaknya di zona cekungan busur muka (fore arc basin), yaitu antara Cekungan Lombok dan Cekungan Sawu. Namun demikian karena sisi bagian selatan Pulau Sumba berhadapan langsung dengan sistem subduksi lempeng, maka sangat mungkin di zona ini terdapat kompleks prisma akresi (accretionary complex) yang sarat dengan keberadaan sebaran sesar aktif.
"Di zona inilah lokasi pusat gempa bumi dangkal Sumba Barat yang terjadi pagi ini. Sehingga dapat dipahami bahwa gempa bumi ini tidak dibangkitkan oleh aktivitas subduksi lempeng," jelas dia.
"Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempa bumi susulan. "Untuk itu kepada masyarakat pesisir selatan pulau Sumba, diimbau untuk tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami," ucapnya.
(rii/fdn)











































