"Kami belajar sendiri. Saling berbagi ilmu sesama pengamen. Nah, praktiknya sambil kerja," kata Ari, pentolan Plago, kepada detikcom, Sabtu (13/8/2016).
Permainan musik instrumen Plago didominasi suara biola yang dimainkan Bilal dan Dedi. Keduanya mengkolaborasikan permainan biola mereka dengan permainan gitar dan djimbe, dan ternyata hasilnya disukai.
"Kami sih enggak pernah nyangka banyak yang suka dengan karya seni kita. Tapi kami bersyukur dengan apresiasi ini," ucap Ari.
Bagi mereka musik sudah menjadi hobi sekaligus modal keempatnya untuk mengais rezeki. Ketidakberuntungan ekonomi yang mereka rasakan, membuat keempatnya harus turun ke jalan untuk ngamen.
"Kalau boleh milih, pengennya sekolah. Karena pendidikan penting. Tapi kondisinya tidak memungkinkan," ujar dia.
(tor/tor)











































