Hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebut dampak guncangan dapat dirasakan hampir di seluruh wilayah Pulau Sumba seperti Waingapu, Waikabubak, Guluwatu, Kadesa, Baing, Kalimbatu, Omatena, dan Manuakalada.
Seperti dikutip detikcom dari situs resmi www.bmkg.go.id, Sabtu (13/8/2016) menjelaskan, gempa yang terjadi pukul 01.20 WIB itu diakibatkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di bawah Pulau Sumba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut catatan Daryono wilayah gempa bumi Pulau Sumba pernah mencetak gempa berkekuatan 8,3 Skala Richter dan mengakibatkan tsunami.
"Catatan sejarah mencatat bahwa zona gempa bumi Sumba pada 19 Agustus 1977 pernah terjadi gempa bumi kuat berkekuatan 8,3 SR yang berpusat di luar zona subduksi di sebelah barat daya Pulau Sumba. Gempa bumi ini memicu tsunami dan menewaskan sekitar 200 orang meninggal dan hilang di Pantai Lunyuk Sumbawa," jelasnya.
Terkait hasil monitoring sementara BMKG, hingga saat ini belum terjadi gempa susulan. Namun masyarakat diimbau untuk tenang bila kembali terjadi gempa.
"Untuk itu masyarakat Pulau Sumba, diimbau agar tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi merusak terhadap bangunan rumah yang konstruksinya kuat," tulisnya.
(adf/hri)











































