Untuk melakukan investigasi kasus penyerangan tersebut, anggota Komnas HAM Hafid Abbas menemui Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, di Balaikota Makassar, jalan Ahmad Yani, Jumat (12/8/2016).
"Komnas HAM sementara mengumpulkan informasi, data, fakta dan bukti yang mampu memberikan kejelasan terhadap kejadian ini," ujar Hafid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisioner Komnas HAM kelahiran Bone 59 tahun lalu ini juga menekankan keharusan Polri bersikap profesional atas proses hukum yang tengah berjalan. Menurutnya, proses hukum dan hasilnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
"Ini adalah pelajaran berat bagi bangsa. Polri harusnya menyatu dengan masyarakat sipil, ada kemanunggalan antara Polri dan rakyat," ujar Guru Besar UNJ ini.
Dalam penyerangan yang dilakukan puluhan oknum anggota Polri ini belasan kendaraan rusak, sejumlah kaca kantor pecah dan belasan anggota Satpol terluka. Satu anggota Satpol bernama Hamzah juga mengalami luka tikam. Meski demikian, dalam aksi penyerangan anggota Sabhara Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham tewas setelah mengalami luka tusuk di pinggang kirinya. (mna/try)











































