"Yang penting kan sudah ada peluang lagi sedikit," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/8/2016).
Sutiyoso pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer Jakarta Raya (Pangdam Jaya) saat peristiwa pengerusakan kantor PDI terjadi, yakni peristiwa yang sering disebut sebagai Kudatuli (Kerusuhan 27 Juli), 1996. Namun pada 2002, Sutiyoso yang maju lagi menjadi calon gubernur Jakarta didukung PDIP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring waktu, PDIP yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu bisa menerima Sutiyoso dan mendukungnya memimpin DKI lagi. Sutiyoso, sebagaimana diketahui, menjadi Gubernur Jakarta selama dua periode, yakni 1997-2002 dan 2002-2007.
"Tapi begitu dianalisa PDIP, Jakarta masih membutuhkan figur seperti Bang Yos, PDIP secara bulat mendukung Bang Yos loh," kata Ahok.
Tradisi PDIP yang dimaksud Ahok adalah mendengarkan aspirasi publik. Bisa saja bila PDIP melihat aspirasi publik lebih mendukung Ahok, maka PDIP juga akan mendukung Ahok. Atau bisa juga PDIP mendukung kandidat lainnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) misalnya yang notabene dari PDIP.
"Jadi PDIP juga punya tradisi ketika satu daerah warganya mayoritas lebih menyukai incumbent petahana, biasa itu dia mencalonkan petahana, ada peluang," kata Ahok.
Pembuktian keberhasilan petahana, Ahok melanjutkan, yakni melalui hasil kerja yang bisa dirasakan publik. PDIP juga bakal melihat faktor ini. "Pembuktiannya gimana supaya Jakarta bisa? Bisa saja PDIP merasa, 'Kayaknya trotoar ini mesti kirim Bu Risma ini, Jakarta belum beres tamannya,' begitu loh. Itu akan dikirim. Di situlah saya bilang. Saya mikir, oh mungkin saya harus cuti," tutur Ahok.
(dnu/van)











































