"Laporan yang saya terima sudah sangat bagus. Ada penurunan yang signifikan 74 persen kalau dibandingkan tahun lalu," kata Jokowi dalam rapat yang dimulai sekitar pukul 14.20 WIB di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria Sofjan Dalil, Menko PMK Puan Maharani, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Jaksa Agung HM Prasetyo.
Meski ada penurunan titik api, namun Jokowi meminta kepada para menteri dan peserta rapat agar tetap menangani masalah kebakaran yang ada saat ini. Dalam catatan Jokowi masih ada 217 titik panas/api se-Indonesia.
"Saya ingin juga kita semua memberikan perhatian bahwa masih ada 217 titik api atau hotspot yang harus diwaspadai di seluruh Indonesia. Dan dalam rapat terbatas hari ini saya ingin agar langkah-langkah kecepatan dalam pencegahan dan penanganan berkelanjutan ini betul-betul tepat waktu dan efektif," ujar Jokowi.
"Jangan sampai titik api yang sudah ada ini dibiarkan bertambah, tapi kalau diselesaikan di awal akan lebih bagus," imbuhnya.
Data terakhir BNPB berdasarkan pemantauan satelit LAPAN hingga pagi tadi, mencatat masih ada 339 hotspot yang teramati dengan tingkat kepercayaan sedang (30 - 79%) dan tinggi (80 - 100 %).
Hotspot sedang (220) tersebar di Jawa Tengah 4, Jawa Timur 4, Kalimantan Barat 147, Kalimantan Selatan 4, Kalimantan Tengah 22, Kalimantan Timur 20, Kep. Bangka Belitung 3, NTB 2, NTT 8, Papua 4 dan Sulawesi Selatan 2. Hotspot tinggi ada di Jawa Tengah 1, Kalimantan Barat 105, Kalimantan Tengah 5, Kalimantan Timur 6, dan Lampung 2. Total 119 hotspot. Sumatera tidak terdeteksi karena blank spot tidak terlintasi satelit.
"Saya melihat beberapa titik ada di Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan. Saya kira mumpung baru 20,30,15 segera diselesaikan sebelum kalau sudah ribuan penanganannya akan sangat sulit," terang Jokowi.
"Saya kira titik kritisnya September-Oktober. Sebelum masuk itu saya minta BNPB, kementerian kehutanan juga Kapolri, Panglima TNI, tadi kita sudah ketemu, bahwa tahun ini agar penyelesaian ini dilakukan sedini mungkin sebelum bergerak api itu kemana-mana," tegasnya. (miq/slh)











































