"Bagaimanapun, bentuk pemukulan tidak bisa ditoleransi," terang Muhadjir di Kemendikbud, Jakarta, Jumat (12/8/2016).
Muhadjir menjelaskan, penganiayaan yang dilakukan pada guru Dasrul itu jangan sampai terulang di sekolah lain. Jangan sampai ada guru yang kembali menjadi korban. Jangan lagi ada kekerasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa pemukulan terjadi pada Rabu (10/8) pagi. Adnan marah dan datang ke sekolah karena anaknya AS ditampar. Dia langsung memukul Dasrul, sebelum akhirnya dilerai. Dasrul yang kini dirawat mengaku menampar AS, karena siswa itu mengumpat dengan kata-kata kotor saat ditegur ketika tidak mengerjakan PR. (dra/dra)










































