"Saya dengar dari Pak Sekjen supaya stanby di Jakarta," ungkap Hendrawan saat berbincang dengan detikcom, Jumat (12/8/2016).
Hendrawan memang tidak benar-benar memastikan alasan dimintanya pengurus pusat PDIP untuk tetap berada di Jakarta. Namun memang ia menenkankan lebih pada perihal Pilkada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota DPR ini juga tak menampik bahwa permintaan agar pengurus DPP tak meninggalkan Jakarta berkaitan dengan keputusan Pilgub DKI. Saat ini, semua partai tengah menunggu keputusan sikap dari PDIP. Apakah akan mengusung kader sendiri, atau dari hasil proses penjaringan, atau justru kembali mengusung petahana Basuki T Purnama (Ahok).
"Mulai minggu depan sudah mulai mengkristalisasi, masa mencair terus. Itu sebabnya semua DPP harus standby di ibu kota mulai minggu depan ini, karena akan memutuskan keputusan partai yang strategis," ujar Hendrawan.
Siang ini, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumpulkan pengurus-pengurus PDIP di rumahnya di Jl Teuku Umar. Hendrawan mengatakan rapat akan membahas salah satunya soal Pilgub DKI, termasuk nama-nama kandidat cagub dan pasangannya.
"Biasanya rapat di Kantor Lenteng Agung atau kantor Jalan Diponegoro. Ini di rumah Ibu. Itu artinya ada sesuatu yang khusus yang akan dibicarakan di tingkat DPP," kata dia.
"Pasti bicarakan nama. Pasti bicarakan nama. Rapat sudah langsung evaluasi dan penelaahan terhadap figur-figur yang akan maju dalam kontes di DKI," sambung Hendrawan. (elz/van)










































